Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Sapa, Lupakan Saja..

Lupakan saja... Hati yang pernah singgah, telah berlalu.. Tak usah rindu.. Karena tak akan ada balasan rindu dari sang pujaan.. Kau bertanya, apa aku harus menjawab? Detik demi detik ku lalui.. Hingga hati mati rasa.. Di tinggal rasa penasaran.. Tidak ada yang memaksaku jatuh cinta.. Juga tidak ada yang memberikan harapan.. Hanya waktu dan cinta yang bermain di dalamnya.. Di antara ruang hampa.. Kau datang, apa aku harus menyapa? Hatiku berkata ya, lalu tidak.. Lalu ya, lalu tidak lagi.. Pada akhirnya aku hanya menutup mata.. Hai sang pujaan hati.. Aku selalu menyapamu dengan bait puisiku.. Menyapa lewat untaian kata tak beraturan.. Berharap ada balasan hangat darimu.. Tapi lupakan saja... Tak ada gunanya menyapa.. Sapa hanya sekedar sapa.. Setelah itu, kau pasti akan pergi lagi...

Lihat..

Lihat.. Kau bisa melihatnya dimana pun kau berada.. Bintang selalu ada si sana.. Selalu berainar tak peduli apakah dia sendiri atau memiliki teman.. Aku iri pada bintang.. Dia bisa begitu kuat dan bercahaya meskipun di tengah kegelapan dan tanpa kawan.. Begitu indah.. Lihat.. Apa kau benar-benar bisa melihat? Kebahagiaanmu tak selalu membahagiakan.. bagi orang-orang sepertiku.. Tapi tak ada yang melarang untuk bahagia.. Hanya saja tak semua seberuntung dirimu.. Aku bisa melihat.. Sangat jelas, hingga entah mengapa menusuk sampai ke tulang-tulangku.. Di sini.. Tempat dimana aku bersembunyi.. Bisa kah kau melihatnya lebih dalam? Terkadang kebahagiaan kalian bersama keluarga, teman atau sahabat sangat menyakitiku.. Kenapa? Karena aku tak memilikinya lagi.. Dulu aku terlalu bangga dengan semua itu.. Keluarga, teman, sahabat dan orang yang ku cintai.. Tapi kini selalu ada yang salah.. Tak ada kata satu.. Janji hanya sekedar perkataan yang akan tertiup angin sewaktu-waktu.. Kebersamaa...