Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Alone

Musim hujan di kota Bogor, 21 Desember 2011. Ribuan tetes air berjatuhan dari langit, angin berhembus kencang dan langit mulai menggelegar. Aku yang sedari tadi sendirian di rumah mulai merasa takut. Aku memang menyukai hujan tapi hujan kali ini terasa berbeda, ada rasa takut yang disisipkan oleh hujan kali ini. Aku harap ini bukan pertanda buruk. Sudah dua hari aku tak masuk sekolah. Bukan karena sakit hanya saja aku malas. Sebenarnya ada sebuah tanggung jawab yang harus aku kerjakan, harus dan itu sangat penting. Tapi lagi-lagi aku malas, eh tidak yang ini bukan malas tapi aku merasa sangat jenuh. Seharian ini aku hanya menonton anime yang aku download, lalu nonton TV dan makan. Suasana di rumah sangat sepi dan aku benci itu. Belakangan ini aku mulai malas berhubungan dengan temanku. Aku kesal pada mereka! Aku benci! Selama ini aku memakai topeng dalam hidupku, berharap ada yang bisa melihat diriku yang sebenarnya di balik topeng itu. Tapi semanis apapun aku bersika...

Hujan dan Matahari

Ribuan tetes hujan membasahi ku... Menutupi semua rahasia kalbu... Membenamkan ku dalam perasaanku... Aku bagaikan hujan... Yang dingin dan akan menghilang saat matahari datang... Matahari yang hangat dan memberi kebahagiaan sepanjang hari... Matahari yang kokoh dan memberi senyuman mentari setiap pagi.. Dan itulah kau, matahari dalam hidupku... Matahari yang memberi kehangatan untukku... Namun benakku resah dan tak kuasa menahan segalanya... Akankah matahari suka dengan hujan? Hujan yang akan meredupkan sinarnya yang indah.. Apakah ia akan melihatku yang selalu menanti akan hadirnya? Hujan, hujan, hujan... Mengapa aku harus menjadi hujan... Yang harus pergi saat kau datang... Yang harus menghilang saat kau seindah pelangi... Haruskah aku pergi dan membiarkanmu bahagia? Membiarkan rasa cintaku terbang jauh tertiup angin...

..... Puisi Untukmu .....

Hatiku terguncang saat melihatmu dalam mimpiku... Kau duduk di sampingku... Menepuk lembut kepalaku... Dan merangkul hangat tubuhku saat aku menangis... Perlahan kau mulai muncul dalam pikiranku... Menghantuiku dimana pun aku berada... Membuatku takut untuk menyadari semua ini... Karena aku tahu akulah yang akan terluka... Semakin aku menepisnya... Semakin aku ingin berada di dekatmu... Melihatmu tersenyum, tertawa dan marah padaku... Rasanya begitu indah dan membahagiakan... Meski pun begitu, aku masih takut untuk menyadari kenyataan ini... Kenyataan bahwa bukan aku yang kau sukai... Kenyataan bahwa bukan aku yang kau maksud dalam tiap bait puisimu... Kenyataan bahwa aku tak berarti apa-apa untukmu... Kau membuatku jatuh cinta lalu pergi meninggalkanku... Kau membuatku mengejarmu lalu kau menghilang begitu saja.. Apakah aku hanya sebagai putri duyung bagimu.? Yang selalu berada di dekatmu lalu menghilang menjadi buih...

Cinta

“ Pelangi itu indah  yaa.. Berwarna warni dan dapat membuat orang yang melihatnya tersenyum. Sama seperti cinta, penuh rasa dan warna serta membuat orang yang menyentuhnya merasa bahagia.”

Aku Tahu

Goresan tinta memenuhi kertas itu.. Aku tak tahu apa yang harus aku tulis di situ... Kata-katamu membuat pikiranku lumpuh... Membuatku tak bisa berpikir apa-apa... Kau memang temanku... Bahkan kau adalah orang yang aku anggap penting... Tapi kenapa kau begitu kejam? Kau membuatku mati arah... Aku tahu aku tak pandai memilih orang... Aku tahu aku terlalu sok tahu mengenai cinta... Aku tahu aku selalu cari muka... Aku tahu, aku tahu itu semua... Tapi, kenapa kau mengatakannya seolah-olah kau tau segalanya.? Kau berkata tanpa alasan satu pun... Kau membuatku mati rasa dengan perasaanku... Apakah aku salah jika aku ingin sedikit saja merasakan kebahagiaan? Bahkan kini, ribuan kitab pun tak bisa menafsirkan perasaanku saat ini... Mungkin kertas itu pun bingung memandangiku... Apa kau bisa mengerti perasaanku..? Kurasa tidak.. Aku lebih tahu tentang diriku... Tapi kau menghancurkan semuanya tanpa mengetahui apa-apa... Aku tahu, aku benar-benar tahu diriku.. Jadi a...

Alicia Keys - If Ain't Got You

Some people live for the fortune Some people live just for the fame Some people live for the power, yeah Some people live just to play the game Some people think that the physical things Define what's within And I've been there before But that life's a bore So full of the superficial [Chorus:] Some people want it all But I don't want nothing at all If it ain't you baby If I ain't got you baby Some people want diamond rings Some just want everything But everything means nothing If I ain't got you, Yeah Some people search for a fountain That promises forever young Some people need three dozen roses And that's the only way to prove you love them Hand me the world on a silver platter And what good would it be With no one to share With no one who truly cares for me [Chorus:] Some people want it all But I don't want nothing at all If it ain't you baby If I ain't got you baby Some people want diamond rings Some jus...

Aku Jatuh Cinta Padamu

Waktu berjalan lembut... Kehangatan perlahan merasuk ke relung hatiku... Sikapmu juga perhatianmu... Memberi arti baru dalam hidupku... Menutup luka lama yang telah lama terukir... Memberi senyuman sehangat sang mentari.... Sadarkah dirimu... Perlahan-lahan bayang mu mulai muncul... Saat tertawa, sendu bahkan kesal... Semua tergambar dengan jelas di benakku... Tanganmu yang lembut... Saat menghapus air mata di pipiku... Tubuhmu yang hangat... Saat kau memeluk dan menenangkanku... Wajah sendu mu.. Saat kau khawatir dan kesal padaku.. Semua tergambar bagai lukisan dari surga... Indah dan memberi rasa tersendiri... Tanpa sadar kau menumbuhkan bunga merah di hatiku... Cinta, apakah ini yang dinamakan cinta? Warna yang bereda dari sebelumnya... Warna yang indah dan menenangkan.. Jika itu adalah cinta, ingin ku ucapkan bahwa... Aku Jatuh Cinta Padamu....

Cinta pun Menjadi Cerita

Semua berawal dari cinta dan berakhir menyisakan cerita... Setidaknya aku belum meninggalkan cinta itu... Ku berusaha meraihnya... Kini darah tak sampai... Urat nadi telah terurai... Lantaran cinta yang ter abai... Sampai kapan ku bersembunyi.? Berkutat di balik paras ini... Takut telah membekukan akalku... Walau hati terus merasakan getaran yanga semakin kuat, kuat, kuat... Nyaris rasa ini terpenjara dalam-dalam di bui hatiku ini... Tak akan bisa lepas dan mencari asal kegusarannya... Perlahan ku potong besi-besi bui itu.! Ku rusak dan ku buka kembali pintunya... Ku lepaskan satu persatu perasaan itu... Cintaku mulai terpetakan... Teruntuk "dirimu" kegusaranku... Oleh : Ivana Elisa

Bebaskan Aku..!!

Kenapa semuanya berubah? Belum cukupkah kekacauan yang terjadi di sekitarku? Aku lelah mendengar dan melihat pertengkaran di mana-mana.. Semuanya terasa sangat memekakkan di telingaku.. Air mataku tak dapat berhenti mengalir.. Rasanya aku muak melihat pertengkaran ini.. Aku takut, aku sangat sangat takut... Apa kalian tidak pernah memahami itu..?! Aku diam karena aku takut... Aku diam karena aku tertekan... Jika kalian bertanya siapa yang membuatku berubah... Jawabannya adalah KALIAN..! Kau tak tahu betapa tertekannya aku mendengar semua itu.. Belum cukupkah trauma yang kau berikan padaku... Apa kau mau menyiksaku sampai aku mati... Aku mohon ampuni aku... Bebaskan aku dari keadaan ini... Jauhkan aku dari ketertekanan yang aku alami... Aku mohon, aku takut berada di sini... Tolong bebaskan aku.. Aku ingin bebas...!

Yang Aku Inginkan

Terasa begitu kelam... Saat aku memandangi bulan tanpa cahaya... Tak terlihat apapun di sini... Hanya ada aku dan kesunyian... Di antara kegelapan hanya wajahmu yang terbayang... Senyummu lah yang menghiasi langit saat aku takut... Tapi mengapa semua ini terasa menyakitkan.? Bukankah seharusnya hal ini menjadi indah.? Aku selalu bertanya-tanya... Mengapa yang menghiasi perasaan ini hanyalah air mata.? Mengapa? Apa aku tak pantas untuk bahagia walau sedikit... Setidaknya hanya untuk menyembuhkan luka batinku... Aku selalu berlari mengejarmu... Aku selalu memandangi kemanapun kau pergi.. Aku berlari dan terus berlari mengejar bayanganmu... Mengejar bayangan yang akhirnya akan menghilang di telan bumi... Terlalu menyakitkan untuk menyadari kenyataan ini.. Rasanya aku ingin terus tertidur dalam lelahku... Menutup mata tanpa ada paku-paku yang menghujam hatiku... Yang ku inginkan hanya bermimpi indah bersama denganmu selamanya...

Bersemangatlah Saudaraku!!!

Kesulitan dapat menghampiri kita dalam wujud apa pun. Dalam bentuk yang amat pahit, dalam luka yang amat perih dan dalam gempuran yang amat dahsyat. Cuma kita yang tahu, bagaimana kelamnya kesulitan-kesulitan tersebut. Cuma kita yang tahu, bagaimana kesulitan yang terasa seperti tak terperi, terkadang cobaan datang dalam bentuk yang amat pahit sehingga menghempaskan kita, benar-benar menguji kesabaran dan daya tahan kita. Namun, manusia mempunyai daya tahan yang luar biasa. Terkadang di tengah-tengah kesulitan, kita justru bisa merilhami darinya. Kita sebenarnya punya potensi untuk berhasil bertahan dari kesulitan bagaimana pun dan seperih apa pun. Bahkan kita punya potensi untuk mengambil inspirasi darinya. Titik baliknya bukanlah seberapa dahsyat kesulitan itu, namun bagaimana kita mampu menjadikannya sebagai inspirasi ketegaran. Tentu, tidak mudah tapi tidaklah musykil bin mustahil. Bersemangatlah Saudaraku!!! Dikutip dari buku: Pelajar Gaul, Pribadi Rasul, Prestasi Unggul (Rian ...

It's My Feeling..

Terkadang aku bingung, apa arti dari teman yang baik.. Apakah teman baik itu selalu mendukung keinginan dan tujuan temannya ataukah teman baik itu berusaha untuk berbuat yang terbaik untuk temannya bahkan jika harus di benci sekalipun? Bingung, aku sangat bingung.. Begitu sulitkah menjadi teman.? Padahal aku hanya ingin menunjukkan padamu jalan hidup itu masih panjang.. Ada masalah dalam hidup itu bukan akhir dari segalanya. Kau harus ingat, di balik kesulitan pasti ada kemudahan dan di balik masalah pasti ada penyelesaiannya jika kau ingin berusaha.. Aku selalu kesal melihat sikap lemahmu. Aku kesal karena kau begitu cepat menyerah sedangkan aku yang mengalami hal yang jauh lebih buruk darimu tetap bertahan. Aku kesal karena aku tidak pernah bisa membagi kekuatanku padamu. Aku kesal dan sangat kesal karena aku tidak bisa menjadi teman yang baik.. Sebenarnya apa yang kau rindukan dalam hidupmu? Kenapa kau begitu resah, kenapa kau begitu cemas dengan hidupmu. Aku tak akan pernah meng...

Dialog Cinta

Tiba-tiba ia datang padaku. Belum pernah kulihat cahaya yang meretas masuk ke dalam selaput bening mataku seterang itu. Ia datang kepadaku dan hampir-hampir aku bisa merasakan jeritan kalbunya yang terkubur oleh asa dan kepedihan, atas semua derita yang menimpanya selama ini. Memang, sangat jelas jurang pemisah antara apa yang ia dambakan dan apa yang saat ini terjadi pada dirinya. Ia bertutur : "Umumnya manusia, lebih khusus anak muda, mereka banyak memperbincangkan tentang diriku dan kehadiranku di tengah-tengah mereka. Inilah yang membuatku tersiksa dan kesedihanku semakin membuncah." Saya katakan : "Mengapa engkau tampak begitu sedih, pikiranmu seakan diselimuti oleh arakan mendung kesedihan? Apa yang terjadi atas dirimu? Bukankah engkau ratu kebahagiaan yang senantiasa diharapkan hadir selalu dalam jiwa setiap orang. Engkau yang membuat jiwa manusia menjadi hidup, penuh senyum bahagia dan jalan pun menjadi terang benderang ibarat bulan purnama di malam hari?"...

Memeluk Bulan_Rossa

Kau bukanlah untukku Meski ku tahu Ku menyayangimu Cinta tak mungkin terjadi Diantara kita berdua [*] Dirimu kini telah bersamanya Begitu pula aku telah memilikinya [**] Kini ku sadari rasa ini tak mungkin Dapat terwujud dalam kisah kasih kita Kini ku mengerti tulus cinta ini Hanyalah mimpi panjang yang tak pernah usai Karena ‘tuk bersamamu Bagai berharap memeluk bulan Back to [*] Back to [**] 2x Karena ‘tuk bersamamu Bagaikan berharap memeluk bulan Karena ‘tuk bersamamu Bagaikan berharap memetik bintang

Sang Rasa

Air mataku menetes, memandang betapa kelamnya langit malam ini.. Aku tersentak saat harus mendapatkan rasa yang sama.. Rasa yang senantiasa menyiksaku, rasa yang terus mendesakku untuk tak berpaling darinya.. Hal ini sangat menyulitkan, aku tak bisa melangkah sedikitpun dari tempatku.. Saat ingin maju, aku melihat dua sahabatku memandanginya dari sisi lain.. Saat ingin mundur, hatiku tak mau mendengar.. Mengalah, haruskah seperti itu lagi.? Merelakan, menjauh dan menyiksa diri sendiri.. Tersenyum, memuji mereka sementara aku menangis di balik semuanya.. Haruskah aku semunafik itu..? Hei kawan, apa yang akan kalian lakukan jika mengetahui semua hal ini? Apakah kalian akan memuji atas kebaikanku? Atau kalian akan memakiku karena aku menyukai orang yang kalian sukai? Jika kalian tau mungkin perasaan kalian sama sepertiku saat ini.. Hanya ada rasa perih yang semakin menyiksa batinmu.. Aku tak ingin menjadi orang jahat.. Sungguh aku ingin kalian bahagia.. Tapi aku tidak tau apa yang h...

Lihatlah

Aku berjalan di bawah pohon yang berguguran… Menatap indahnya hamparan pohon… Dan berputar putar dalam tenangnya alam… Sehingga aku dapat merasakan lembutnya sinar matahari… Aku tersentak dalam diamku… Dirimu muncul dalam pandanganku… Kau yang sedang terduduk di sana… Di temani guguran daun yang berjatuhan… Sinar wajahmu mengalahkan sang mentari… Senyumanmu bagai bunga yang indah… Membuatku terpaku dalam sekejap… Menatap indahnya panorama dirimu… Kini angin membelai lembut diriku… Pepohonan menari riang di sampingku… Dan burung-burung menyanyikan senandung cinta… Sebuah rasa yang tercipta darimu… Entah kapan kau akan menoleh… Melihatku berada di sini… Menatapmu dan juga memperhatikanmu… Dengan penuh rasa penasaran… Ingin rasanya mengenalmu lebih jauh… Bercerita bersamamu… Bercanda dan bergurau… Berada di sampingmu selamanya… Lihatlah… Lihatlah aku yang selalu menantimu… Menanti di balik guguran daun… Dan berharap kau ak...

Karena Kau Ada di Sini

Harapanku untuk hidup telah tumbuh kembali… Bagai bunga yang baru mekar… Indah dan segar… Dibalut hangatnya sang mentari… Sebuah untaian kata darimu mampu menegarkan ku… Sebuah senyumanmu mampu membuatku kembali ceria… Dan sebuah ungkapan cinta darimu mampu menghangatkan hatiku… Dalam dinginnya hujan… Air mata pun kini tak terbendung lagi… Bercucuran bagai mata air dari surga… Membasahi hidupku… Dan membawanya ke kehidupan yang lebih bahagia… Bagaikan embun menyegarkan pagi.... Kau datang padaku… Kau membuka mata hatiku… Dan kau menyembuhkan semua luka kalbuku… Kau memberikanku secercah cahaya… Hingga aku tak lagi takut melangkah… Kau menciptakan sebuah pelangi… Sehingga aku tak sanggup melepas senyumku… Cinta telah membawaku kembali… Membuatku tersenyum dan membawa kebahagiaan… Kini dunia kembali memberi warna dalam hidupku… Dan aku tahu, itu semua karena kau ada di sini…

Tik...tok...tik...tok..

Suara jam berdenting... Tik...tok...tik...tok... Tak ada suara lain di sini... Hanya suara jam yang menambah keheningan... Tik...tok...tik...tok... Perlahan aku mulai berhitung... Berapa banyak orang yang pernah aku sakiti... Dan berapa banyak orang yang pernah menyakiti ku... Dentingan jam semakin menghanyutkan ku... Mengurung ku dalam keheningan... Merantai ku dalam kehampaan... Menenggelamkanku dalam lautan kesedihan.... Aku mencoba berteriak... Tolong...tolong aku... Namun tak ada yang mendengar... Tak ada yang bisa mendengar suaraku... Hidup... Masih pantas kah aku hidup?? Rasanya aku sudah tak tahan untuk berjalan... Aku tak sanggup bila harus menatap matahari... Jam itu berdenting semakin keras... Seakan terus mengejekku... Tertawa melihatku ketakutan di pojok ruangan ini... Ruangan yang gelap tanpa cahaya... Kini aku terduduk tanpa daya... Ditemani sebuah suara dari jam tua yang rapuh... Dia berdenting dan terus berdenting tanpa hen...

Cinta

Sebuah rasa telah tumbuh dalam diriku... Hangat namun terkadang menyesakkan... Sangat indah... Namun terkadang berubah menjadi kelabu... Cinta itu datang lagi... Meneteskan air mataku... Menyentuh lembut hatiku... Dan merebahkan ku dalam dekapannya... Dirimu hadir dengan tiba tiba... Perlahan kau masuk ke dalam hidupku... Lalu kau mulai memasuki alam pikiranku... Dan kemudian membuatku tak bisa lepas darimu... Rasa ini bukanlah perasaan yang sewajarnya... Aku tau hatimu tidak lagi kau miliki sendiri... Namun aku tidak bisa menyangkal perasaanku... Rasa ini terus mengalir dan memenuhi diriku... Cinta, aku tau kau adalah hal terindah... Kau mengindahkan hari orang yang kau pilih... Tapi aku harus berbuat apa?? Kau datang di tempat yang salah... Kau membuatku sangat bahagia... Saat aku bisa merasakan lembutnya belaian mu... Namun kau bisa membuatku rapuh dan sangat rapuh... Saat aku tersadar dia tak mungkin aku miliki... Cinta... Bahkan rasaku kini telah...

Hampa

Selamat datang hujan... Kau kini menyertai kegundahan ku... Menatap diriku penuh duka... Lalu menangis bersamaku... Aku termenung mendengarkan suara mu... Mencoba mencari kedamaian... Berharap menemukan sebuah kehangatan... Kehangatan yang dapat menenangkanku... Kini pohon pohon pun tak bersua... Serangga bernyanyi pilu... Dan bulan bersembunyi di balik awan... Seakan semuanya merasakan apa yang aku rasakan... Rasa cintaku kini tak ada artinya lagi... Semua telah terkubur dalam padatnya tanah... Menghilang dalam gelapnya malam.... Dan terhempas dalam badai... Kini aku terduduk dengan linangan air mata... Berharap bulan akan menghampiriku... Menghiburku dengan seluruh kehangatannya... Hingga aku terlelap dan melupakan segalanya...

Hujan

Angin lembab yang segar... Suara gemuruh yang semakin keras... Dan air hujan yang membasahi wajahku... Semua terasa begitu nyaman di hatiku... Hembusan angin membawaku pergi... Jauh, jauh dimana aku tak dapat mengenal duka... Di mana aku bisa terlelap dengan nyaman... Tanpa rasa sakit yang terus menghantuiku... Namun gemuruh itu membangunkanku... Gemuruh itu berseru sangat keras... Seakan dia marah dan dia murka... Melihat diriku yang sangat lemah... Air mata tak kuasa terbendung... Mulai menetes sedikit demi sedikit... Membasahi seluruh luka yang ada... Seakan ingin menyaingi derasnya hujan... Tubuhku tersungkur lemah... Merasakan pedihnya kekecewaan ini... Aku benci! Aku benci! Aku benci... Kenapa harus ada pengkhianatan ini?! Tuhan... Tolong aku... Luka ini terus menggerogotiku... Menenggelamkanku ke dalam lautan yang dingin dan gelap... Tolong... tolong... tolong.... Dalam hujan aku memohon... Dalam hujan aku menangis... Menyembunyikan sega...

Merindu

Mengenang... Sebuah kata yang membawaku ke masa lalu... Membuatku terbuai dalam angan ku... Saat kau ada di dekatku... Kini warna pun telah memudar... Suara-suara sudah tak terdengar lagi... Dan senyummu sudah tak terlihat lagi... Yang tertinggal hanya barisan-barisan kata yang pernah kita ukir... Aku termenung memandang langit... Tersenyum membayangkan dirimu... Merona saat kau menyapaku... Dan berdebar saat kau memujiku... OH... Rasanya aku ingin terbang... Bila aku membaca apa yang pernah kau katakan... Dan merasakan ketulusan ucapanmu... Walaupun kita tak pernah menjalin sebuah hubungan... Kini tatapanku kosong tanpa arah... Langit menangis dan mulai meneteskan air mata... Seakan ia tau apa yang aku rasakan... Seakan ia mengerti dengan semua kesedihanku... Rindu kini menelanku... Menenggelamkanku dalam sosok dirimu... Perlahan aku memejamkan mataku... Mencoba memahami apa yang telah terjadi.. Suasana pun kembali seperti sediakala... Menyadarkanku deng...

Cinta Yang Tak Tercapai

Untuk apa aku menangis jika aku bisa mengungkapkan apa yang kurasakan... Untuk apa aku membisu jika aku bisa meluapkan seluruh rasa sakitku... Untuk apa aku sembunyi jika tak ada tempat untukku berlindung... Dan untuk apa aku mencinta jika hanya untuk di sakiti... Angin menerpaku dengan hembusan pasir... Karang melumpuhkan semua permukaan kakiku... Air menghanyutkan ku sampai ke dasar laut... Dan bumi menelanku seakan aku hanya sebutir pasir yang tak berarti... Air mataku kering tak tersisa... Hatiku remuk bagai di terpa ribuan badai... Mengapa harus aku yang terhempas... Mengapa tak ada yang mau tau dengan apa yang kurasakan... Jika aku adalah dewi, tak akan ku biarkan ada hati yang terluka... Namun apalah diriku...? Seorang gadis yang menanti cinta hadir di pelukannya... Dengan beribu luka yang telah terukir di hatinya... Menanti menanti dan menanti... Hidupku hanya untuk menanti.... Menutup diri dan terus memperhatikan keadaan sekitarku... Berharap tak ada lag...

Sepi

Embun pagi.. Membuatku ingin merebahkan seluruh resah ku di balik awan... Mentari yang hangat.. Membelai lembut kegelisahanku.. Dan hujan deras.. Menyembunyikan tangis ku yang berderu.. Andai aku tau apa sebenarnya luka batinku... Apakah alam dapat menyembuhkanku? Dan apakah burung mau bernyanyi untukku.? Tiupan angin membawaku.. Dan ombak menenggelamkanku.. Siapa saja tolong aku! Dengarkan aku dan raih tanganku.. Jangan tinggalkan aku dalam kegelapan ini.. Sungguh aku takut dalam kesendirian.. Aku takut dengan kegelapan yang semakin menelanku.. Siapapun temani aku.. Karena aku sepi berada di tempat ini.

Untuk Apa??

Untuk apa semuanya..? Apakah hanya untuk mengujiku..? Untuk apa berkata manis..? Apakah hanya untuk mempermainkan ku..? Rakyat kecil pun tak mau kehilangan harga dirinya... Apa lagi untuk di sakiti.. Jangan permainkan aku...! Hatiku sudah cukup rapuh untuk menanggung semuanya.. Sebuah katapun tak dapat terukir di atas air... Manusia tak dapat hidup di bangunan yang runtuh, sekalipun lingkungannya indah... Senyummu membuatku berharap.. Dan senyummu pun yang membuatku semakin rapuh.. Hentikan semua itu...!! Dirimu hanya membuatku semakin terluka... Di atas bayangan yang takkan pernah ku gapai.. Walaupun aku adalah seekor burung... Cinta itu kejam...! Tak mengenal bahasa maupun isyarat... Tak peduli rasa dan perasaan... Tak Peduli bahagia ataupun duka... Kini aku menari di atas bendera hitam... Berharap rasa cinta tak lagi hadir padaku... Rasa yang mengharuskan ku menyukaimu.. Itu seharusnya tak terjadi karena hatimu bukan untuk aku miliki... Untukmu ya...

Apa ???

Apa sebenarnya yang ku inginkan?? Menyiksa?? Sakit Hati?? Ataukah hanya kekesalan sesaat?? Menyebalkan, rasanya ingin menangis… Semua orang bertanya padaku… Apa gunanya teman kalau begitu?? Dan semua menyalahkanku… Aku tau aku salah… Bahkan akupun tau kalau ini lebih dari salah… Apa lagi maumu untuk membalasku?? Apa kau ingin aku mati?? Ini semua kaulah yang mengawali… Bukan aku ataupun yang lain… Kau mengecewakanku… Kau membuatku meninggalkan hal yang sangat penting… Apa maumu??? Apa, apa dan apa??? Menyiksamu adalah hal yang tak pernah terpikirkan olehku.. Tapi apa lagi yang bisa membuatmu sadar..? Maafkan aku kawan… Aku juga seorang manusia… Aku juga orang yang bisa marah… Dan aku juga orang yang bisa kecewa denganmu…

Apa ???

Apa sebenarnya yang ku inginkan?? Menyiksa?? Sakit Hati?? Ataukah hanya kekesalan sesaat?? Menyebalkan, rasanya ingin menangis… Semua orang bertanya padaku… Apa gunanya teman kalau begitu?? Dan semua menyalahkanku… Aku tau aku salah… Bahkan akupun tau kalau ini lebih dari salah… Apa lagi maumu untuk membalasku?? Apa kau ingin aku mati?? Ini semua kaulah yang mengawali… Bukan aku ataupun yang lain… Kau mengecewakanku… Kau membuatku meninggalkan hal yang sangat penting… Apa maumu??? Apa, apa dan apa??? Menyiksamu adalah hal yang tak pernah terfikirkan olehku.. Tapi apa lagi yang bisa membuatmu sadar..? Maafkan aku kawan… Aku juga seorang manusia… Aku juga orang yang bisa marah… Dan aku juga orang yang bisa kecewa denganmu…

Tentang Rasa

Aku terduduk di bangku taman... Memandangi seseorang yang jelas tak mungkin ku miliki... Rasa yang sangat sulit di artikan... Saat sahabatmu berada di sisi orang yang kau sukai... Sedih namun tetap tersenyum... Ingin bahagia namun hati terus tersiksa... Lalu apa yang sebaiknya ku lakukan?? Haruskah aku mengubur rasa ini?? Sulit rasanya aku menyesali segalanya... Rasa ini tumbuh begitu saja saat melihat senyumnya... Memperhatikan ketulusannya... Dan lucunya tingkah lakunya... Sakit, sakit, sakit... Adakah yang mampu mengobati ku?? Aku tak ingin melukai siapapun... Namun akupun tak ingin terluka... Salahkah aku memiliki rasa ini?? Pantas kah aku untuk memendam perasaan ini?? Aku lelah begini... Aku tak sanggup jika harus bertahan di atas kebimbangan... Andaikan aku mampu menghentikan waktu... Izinkan aku untuk beristirahat walau sesaat... Izinkan aku membuang rasa yang ku miliki... Lalu ikut bahagia melihatnya bahagia... Pesan terindah dari hati ya...

Cinta Dengarkan Aku

Sebuah lukisan yang terukir indah di atas kanfas... Setangkai mawar yang menawan namun terkesan dingin... Seuntai kata yang tak mampu ku artikan... Itulah dirimu... Sang pengacau... Bayang mu masuk dalam hidupku dan mengacaukan semua... Orang yang sangat jahat... Kau datang untuk menyiksa hatiku... Apa lagi yang harus aku rasakan..? Tak sempat ku bahagia mendapatkan rasa ini... Tak sempat ku mengukir senyum untuk rasa yang indah ini... Namun luka telah terukir lebih awal dalam benakku... Aku tak sanggup lagi menangis untukmu... Air mataku telah kering... Hatiku terluka... Kata-katapun telah habis untukmu... Kini aku bagai angsa tak bersayap... Hanya bisa berdiam diri... Bertutur tanpa ada yang mendengar... Melihat pun kini hanya akan membuatku semakin rapuh... Perasaan sepihak yang menyakitkan… Seandainya aku adalah dewi cinta… Tak akan ku biarkan ada hati yang terluka… Karena ku tahu itu sangat menyakitkan… Entah kapan kau akan melihat ke arahku…...