Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Cinta

Sebuah rasa telah tumbuh dalam diriku... Hangat namun terkadang menyesakkan... Sangat indah... Namun terkadang berubah menjadi kelabu... Cinta itu datang lagi... Meneteskan air mataku... Menyentuh lembut hatiku... Dan merebahkan ku dalam dekapannya... Dirimu hadir dengan tiba tiba... Perlahan kau masuk ke dalam hidupku... Lalu kau mulai memasuki alam pikiranku... Dan kemudian membuatku tak bisa lepas darimu... Rasa ini bukanlah perasaan yang sewajarnya... Aku tau hatimu tidak lagi kau miliki sendiri... Namun aku tidak bisa menyangkal perasaanku... Rasa ini terus mengalir dan memenuhi diriku... Cinta, aku tau kau adalah hal terindah... Kau mengindahkan hari orang yang kau pilih... Tapi aku harus berbuat apa?? Kau datang di tempat yang salah... Kau membuatku sangat bahagia... Saat aku bisa merasakan lembutnya belaian mu... Namun kau bisa membuatku rapuh dan sangat rapuh... Saat aku tersadar dia tak mungkin aku miliki... Cinta... Bahkan rasaku kini telah...

Hampa

Selamat datang hujan... Kau kini menyertai kegundahan ku... Menatap diriku penuh duka... Lalu menangis bersamaku... Aku termenung mendengarkan suara mu... Mencoba mencari kedamaian... Berharap menemukan sebuah kehangatan... Kehangatan yang dapat menenangkanku... Kini pohon pohon pun tak bersua... Serangga bernyanyi pilu... Dan bulan bersembunyi di balik awan... Seakan semuanya merasakan apa yang aku rasakan... Rasa cintaku kini tak ada artinya lagi... Semua telah terkubur dalam padatnya tanah... Menghilang dalam gelapnya malam.... Dan terhempas dalam badai... Kini aku terduduk dengan linangan air mata... Berharap bulan akan menghampiriku... Menghiburku dengan seluruh kehangatannya... Hingga aku terlelap dan melupakan segalanya...

Hujan

Angin lembab yang segar... Suara gemuruh yang semakin keras... Dan air hujan yang membasahi wajahku... Semua terasa begitu nyaman di hatiku... Hembusan angin membawaku pergi... Jauh, jauh dimana aku tak dapat mengenal duka... Di mana aku bisa terlelap dengan nyaman... Tanpa rasa sakit yang terus menghantuiku... Namun gemuruh itu membangunkanku... Gemuruh itu berseru sangat keras... Seakan dia marah dan dia murka... Melihat diriku yang sangat lemah... Air mata tak kuasa terbendung... Mulai menetes sedikit demi sedikit... Membasahi seluruh luka yang ada... Seakan ingin menyaingi derasnya hujan... Tubuhku tersungkur lemah... Merasakan pedihnya kekecewaan ini... Aku benci! Aku benci! Aku benci... Kenapa harus ada pengkhianatan ini?! Tuhan... Tolong aku... Luka ini terus menggerogotiku... Menenggelamkanku ke dalam lautan yang dingin dan gelap... Tolong... tolong... tolong.... Dalam hujan aku memohon... Dalam hujan aku menangis... Menyembunyikan sega...

Merindu

Mengenang... Sebuah kata yang membawaku ke masa lalu... Membuatku terbuai dalam angan ku... Saat kau ada di dekatku... Kini warna pun telah memudar... Suara-suara sudah tak terdengar lagi... Dan senyummu sudah tak terlihat lagi... Yang tertinggal hanya barisan-barisan kata yang pernah kita ukir... Aku termenung memandang langit... Tersenyum membayangkan dirimu... Merona saat kau menyapaku... Dan berdebar saat kau memujiku... OH... Rasanya aku ingin terbang... Bila aku membaca apa yang pernah kau katakan... Dan merasakan ketulusan ucapanmu... Walaupun kita tak pernah menjalin sebuah hubungan... Kini tatapanku kosong tanpa arah... Langit menangis dan mulai meneteskan air mata... Seakan ia tau apa yang aku rasakan... Seakan ia mengerti dengan semua kesedihanku... Rindu kini menelanku... Menenggelamkanku dalam sosok dirimu... Perlahan aku memejamkan mataku... Mencoba memahami apa yang telah terjadi.. Suasana pun kembali seperti sediakala... Menyadarkanku deng...

Cinta Yang Tak Tercapai

Untuk apa aku menangis jika aku bisa mengungkapkan apa yang kurasakan... Untuk apa aku membisu jika aku bisa meluapkan seluruh rasa sakitku... Untuk apa aku sembunyi jika tak ada tempat untukku berlindung... Dan untuk apa aku mencinta jika hanya untuk di sakiti... Angin menerpaku dengan hembusan pasir... Karang melumpuhkan semua permukaan kakiku... Air menghanyutkan ku sampai ke dasar laut... Dan bumi menelanku seakan aku hanya sebutir pasir yang tak berarti... Air mataku kering tak tersisa... Hatiku remuk bagai di terpa ribuan badai... Mengapa harus aku yang terhempas... Mengapa tak ada yang mau tau dengan apa yang kurasakan... Jika aku adalah dewi, tak akan ku biarkan ada hati yang terluka... Namun apalah diriku...? Seorang gadis yang menanti cinta hadir di pelukannya... Dengan beribu luka yang telah terukir di hatinya... Menanti menanti dan menanti... Hidupku hanya untuk menanti.... Menutup diri dan terus memperhatikan keadaan sekitarku... Berharap tak ada lag...

Sepi

Embun pagi.. Membuatku ingin merebahkan seluruh resah ku di balik awan... Mentari yang hangat.. Membelai lembut kegelisahanku.. Dan hujan deras.. Menyembunyikan tangis ku yang berderu.. Andai aku tau apa sebenarnya luka batinku... Apakah alam dapat menyembuhkanku? Dan apakah burung mau bernyanyi untukku.? Tiupan angin membawaku.. Dan ombak menenggelamkanku.. Siapa saja tolong aku! Dengarkan aku dan raih tanganku.. Jangan tinggalkan aku dalam kegelapan ini.. Sungguh aku takut dalam kesendirian.. Aku takut dengan kegelapan yang semakin menelanku.. Siapapun temani aku.. Karena aku sepi berada di tempat ini.

Untuk Apa??

Untuk apa semuanya..? Apakah hanya untuk mengujiku..? Untuk apa berkata manis..? Apakah hanya untuk mempermainkan ku..? Rakyat kecil pun tak mau kehilangan harga dirinya... Apa lagi untuk di sakiti.. Jangan permainkan aku...! Hatiku sudah cukup rapuh untuk menanggung semuanya.. Sebuah katapun tak dapat terukir di atas air... Manusia tak dapat hidup di bangunan yang runtuh, sekalipun lingkungannya indah... Senyummu membuatku berharap.. Dan senyummu pun yang membuatku semakin rapuh.. Hentikan semua itu...!! Dirimu hanya membuatku semakin terluka... Di atas bayangan yang takkan pernah ku gapai.. Walaupun aku adalah seekor burung... Cinta itu kejam...! Tak mengenal bahasa maupun isyarat... Tak peduli rasa dan perasaan... Tak Peduli bahagia ataupun duka... Kini aku menari di atas bendera hitam... Berharap rasa cinta tak lagi hadir padaku... Rasa yang mengharuskan ku menyukaimu.. Itu seharusnya tak terjadi karena hatimu bukan untuk aku miliki... Untukmu ya...

Apa ???

Apa sebenarnya yang ku inginkan?? Menyiksa?? Sakit Hati?? Ataukah hanya kekesalan sesaat?? Menyebalkan, rasanya ingin menangis… Semua orang bertanya padaku… Apa gunanya teman kalau begitu?? Dan semua menyalahkanku… Aku tau aku salah… Bahkan akupun tau kalau ini lebih dari salah… Apa lagi maumu untuk membalasku?? Apa kau ingin aku mati?? Ini semua kaulah yang mengawali… Bukan aku ataupun yang lain… Kau mengecewakanku… Kau membuatku meninggalkan hal yang sangat penting… Apa maumu??? Apa, apa dan apa??? Menyiksamu adalah hal yang tak pernah terpikirkan olehku.. Tapi apa lagi yang bisa membuatmu sadar..? Maafkan aku kawan… Aku juga seorang manusia… Aku juga orang yang bisa marah… Dan aku juga orang yang bisa kecewa denganmu…

Apa ???

Apa sebenarnya yang ku inginkan?? Menyiksa?? Sakit Hati?? Ataukah hanya kekesalan sesaat?? Menyebalkan, rasanya ingin menangis… Semua orang bertanya padaku… Apa gunanya teman kalau begitu?? Dan semua menyalahkanku… Aku tau aku salah… Bahkan akupun tau kalau ini lebih dari salah… Apa lagi maumu untuk membalasku?? Apa kau ingin aku mati?? Ini semua kaulah yang mengawali… Bukan aku ataupun yang lain… Kau mengecewakanku… Kau membuatku meninggalkan hal yang sangat penting… Apa maumu??? Apa, apa dan apa??? Menyiksamu adalah hal yang tak pernah terfikirkan olehku.. Tapi apa lagi yang bisa membuatmu sadar..? Maafkan aku kawan… Aku juga seorang manusia… Aku juga orang yang bisa marah… Dan aku juga orang yang bisa kecewa denganmu…

Tentang Rasa

Aku terduduk di bangku taman... Memandangi seseorang yang jelas tak mungkin ku miliki... Rasa yang sangat sulit di artikan... Saat sahabatmu berada di sisi orang yang kau sukai... Sedih namun tetap tersenyum... Ingin bahagia namun hati terus tersiksa... Lalu apa yang sebaiknya ku lakukan?? Haruskah aku mengubur rasa ini?? Sulit rasanya aku menyesali segalanya... Rasa ini tumbuh begitu saja saat melihat senyumnya... Memperhatikan ketulusannya... Dan lucunya tingkah lakunya... Sakit, sakit, sakit... Adakah yang mampu mengobati ku?? Aku tak ingin melukai siapapun... Namun akupun tak ingin terluka... Salahkah aku memiliki rasa ini?? Pantas kah aku untuk memendam perasaan ini?? Aku lelah begini... Aku tak sanggup jika harus bertahan di atas kebimbangan... Andaikan aku mampu menghentikan waktu... Izinkan aku untuk beristirahat walau sesaat... Izinkan aku membuang rasa yang ku miliki... Lalu ikut bahagia melihatnya bahagia... Pesan terindah dari hati ya...

Cinta Dengarkan Aku

Sebuah lukisan yang terukir indah di atas kanfas... Setangkai mawar yang menawan namun terkesan dingin... Seuntai kata yang tak mampu ku artikan... Itulah dirimu... Sang pengacau... Bayang mu masuk dalam hidupku dan mengacaukan semua... Orang yang sangat jahat... Kau datang untuk menyiksa hatiku... Apa lagi yang harus aku rasakan..? Tak sempat ku bahagia mendapatkan rasa ini... Tak sempat ku mengukir senyum untuk rasa yang indah ini... Namun luka telah terukir lebih awal dalam benakku... Aku tak sanggup lagi menangis untukmu... Air mataku telah kering... Hatiku terluka... Kata-katapun telah habis untukmu... Kini aku bagai angsa tak bersayap... Hanya bisa berdiam diri... Bertutur tanpa ada yang mendengar... Melihat pun kini hanya akan membuatku semakin rapuh... Perasaan sepihak yang menyakitkan… Seandainya aku adalah dewi cinta… Tak akan ku biarkan ada hati yang terluka… Karena ku tahu itu sangat menyakitkan… Entah kapan kau akan melihat ke arahku…...