Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Orang Ketiga

Aku adalah orang ketiga.. Yang tanpa sadar jatuh cinta pada sosokmu.. Jatuh cinta dengan caramu mencintai.. Jatuh cinta pada tatapan hangatmu padanya.. Aku adalah orang ketiga.. Yang terus menjaga jarak aman agar dapat menatapmu.. Menjadi peran pembantu yang selalu ada tepat di belakangmu.. Menjaga hatimu tanpa harus memilikinya.. Aku adalah aku.. Yang selalu mengulurkan tangan tanpa harus menyentuhmu.. Berbalik arah saat cintamu begitu kuat padanya.. Lalu hadir kembali saat dia mulai melukaimu.. Aku hanyalah orang ketiga.. Yang sangat tahu betapa kau mencintai dia.. Yang tak ingin kebahagiaanmu rusak meski kadang terasa perih.. Yang hanya dapat mencintaimu dalam diam.. Aku adalah orang ketiga.. Yang tak akan pernah rela jika hatimu disakiti.. Yang akan sangat terluka saat kau terluka.. Yang hanya akan diam di tempatku untuk menjagamu.. Aku.. Orang Ketiga.. Yang hidup dari senyuman dan tatapan hangatmu untuknya..

Sang Pujangga

Pujangga tak pernah berhenti merasa.. Kesedihan adalah santapan sehari-harinya.. Mungkin butuh sedikit bahagia sebagai bumbu penyedap.. Agar dapat dinikmati bersama sunyi.. Pujangga punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa.. Diam-diam dan penuh teka-teki.. Membiarkan sang tersangka menerka-nerka.. Untuk menjawab pertanyaan yang tak kunjung usai.. Terkadang ia bersembunyi dari rasa sakit.. Kadang juga ia melarikan diri dari kenyataan.. Mencoba memasang tabir.. Agar ungkapan rasanya tersampaikan dengan cara yang tak wajar.. Dunianya tak mudah di gapai.. Ia bisa sangat mencintai.. Namun tak terbiasa untuk jujur.. Memasang dinding baja sebagai pelindung.. Agar rasa sakit dan kekecewaan tak mudah bertamu..

Biarkanlah Aku Jatuh Cinta

Untuk kesekian kali hati ini menyimpan rasa dalam kesunyian.. Memendam lalu merasakan... Getaran yang awalnya meresahkan karena luka yang tersisa.. Menjelma menjadi butiran-butiran embun di pagi hari yang menyejukkan... Aku tak ingin memikirkannya.. Hal rumit yang membuatku merasa takut untuk merasa.. Aku hanya ingin merasakan kebahagiaannya.. Merasakan kembali sensasi jatuh cinta... Dilihat bagaimana pun selalu ada yang menarik dari dirimu.. Seperti baja yang tidak dapat menahan daya tarik magnet.. Seperti itulah aku terhadapmu.. Meskipun magnet tak pernah tahu apa yang sedang dia tarik.. Aku tidak dapat memasuki duniamu, bagaimana pun aku mencoba.. Aku tak mengerti bagaimana memaknai tiap ucapan dan tindakanmu.. Terlalu abu-abu.. Atau mungkin aku yang memaknainya terlalu dalam... Tatapanmu berbeda.. Senyummu memancarkan hal yang berbeda... Diammu membuat mataku tak dapat beralih pada hal lain.. Hanya ingin menatapmu lekat, memastikan apakah aku juga mengganggu ...