Sang Pujangga
Pujangga tak pernah berhenti merasa..
Kesedihan adalah santapan sehari-harinya..
Mungkin butuh sedikit bahagia sebagai bumbu penyedap..
Agar dapat dinikmati bersama sunyi..
Pujangga punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa..
Diam-diam dan penuh teka-teki..
Membiarkan sang tersangka menerka-nerka..
Untuk menjawab pertanyaan yang tak kunjung usai..
Terkadang ia bersembunyi dari rasa sakit..
Kadang juga ia melarikan diri dari kenyataan..
Mencoba memasang tabir..
Agar ungkapan rasanya tersampaikan dengan cara yang tak wajar..
Dunianya tak mudah di gapai..
Ia bisa sangat mencintai..
Namun tak terbiasa untuk jujur..
Memasang dinding baja sebagai pelindung..
Agar rasa sakit dan kekecewaan tak mudah bertamu..
Kesedihan adalah santapan sehari-harinya..
Mungkin butuh sedikit bahagia sebagai bumbu penyedap..
Agar dapat dinikmati bersama sunyi..
Pujangga punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa..
Diam-diam dan penuh teka-teki..
Membiarkan sang tersangka menerka-nerka..
Untuk menjawab pertanyaan yang tak kunjung usai..
Terkadang ia bersembunyi dari rasa sakit..
Kadang juga ia melarikan diri dari kenyataan..
Mencoba memasang tabir..
Agar ungkapan rasanya tersampaikan dengan cara yang tak wajar..
Dunianya tak mudah di gapai..
Ia bisa sangat mencintai..
Namun tak terbiasa untuk jujur..
Memasang dinding baja sebagai pelindung..
Agar rasa sakit dan kekecewaan tak mudah bertamu..
Komentar
Posting Komentar