Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Sajak Cinta

Detik detik yang ku nanti.. Rindu yang ku simpan dengan baik.. Hati yang tak tau bagaimana kabarnya.. Dan perasaan yang saat ini sedang kau genggam.. Penting atau tidak, bagiku itu tetap penting.. Ada pengharapan di balik kata-kata tak bermakna.. Penantian yang pada akhirnya akan dimakan waktu.. Tak terjawab hingga pagi kembali hadir.. Kau lihat.. Tidak, kau bahkan tak tau apa yang sudah kau curi.. Ah salah.. Mungkin akulah yang meletakkannya pada sakumu.. Yang pada akhirnya membuatku sesak sendiri.. Lalu harus bagaimana? Aku bahkan tak tau bagaimana cara menghentikannya.. Ingin ku bunuh tapi aku tak memiliki belati.. Ingin ku jaga namun untuk apa? Karena pada akhirnya kau hanya ingin pergi.. Gadis yang sedang jatuh cinta mungkin terlihat bodoh.. Atau mungkin hanya aku? Bodoh karena tak tau harus berbuat apa.. Padahal jawaban sudah jelas dan pasti di depan mata..

Hai, Hati Tak Bertuan..

Hai, hati tak bertuan.. Apa kau terluka lagi? Aku melihat ada tetes air mata yang tertahan.. Apa kau perlu pembalut luka? Hai, hati tak bertuan.. Kau terlalu berharap lagi.. Berharap lalu kecewa.. Lantas apa yang ingin kau lakukan? Hai, hati tak bertuan.. Apa kau tak bisa menjaga dirimu lebih baik? Menjaga dirimu dari angan-angan tinggi.. Menjaga dirimu dari rasa sakit yang menyerang.. Hai, hati tak bertuan.. Kau tak pernah salah.. Mungkin aku yang terlalu memaksa.. Memaksa untuk mulai berangan.. Hai, hati tak bertuan.. Dengarkan aku, aku mohon dengarkanlah... Aku lelah berharap dan aku lelah menangis.. Apa kau bisa mengosongkan dirimu untuk sementara waktu? Hai, hati tak bertuan.. Doa yang kita ucapkan untuknya.. Rasa yang kita semaikan dulu kini hanya tinggal kenangan.. Bersama sang waktu dia akan pergi ke hati yang lain.. Hai, hati tak bertuan.. Maafkan aku karena menambah luka.. Maafkan aku karena aku terlalu ceroboh.. Maafkan aku karena tela...