Hai, Hati Tak Bertuan..

Hai, hati tak bertuan..
Apa kau terluka lagi?
Aku melihat ada tetes air mata yang tertahan..
Apa kau perlu pembalut luka?

Hai, hati tak bertuan..
Kau terlalu berharap lagi..
Berharap lalu kecewa..
Lantas apa yang ingin kau lakukan?

Hai, hati tak bertuan..
Apa kau tak bisa menjaga dirimu lebih baik?
Menjaga dirimu dari angan-angan tinggi..
Menjaga dirimu dari rasa sakit yang menyerang..

Hai, hati tak bertuan..
Kau tak pernah salah..
Mungkin aku yang terlalu memaksa..
Memaksa untuk mulai berangan..

Hai, hati tak bertuan..
Dengarkan aku, aku mohon dengarkanlah...
Aku lelah berharap dan aku lelah menangis..
Apa kau bisa mengosongkan dirimu untuk sementara waktu?

Hai, hati tak bertuan..
Doa yang kita ucapkan untuknya..
Rasa yang kita semaikan dulu kini hanya tinggal kenangan..
Bersama sang waktu dia akan pergi ke hati yang lain..

Hai, hati tak bertuan..
Maafkan aku karena menambah luka..
Maafkan aku karena aku terlalu ceroboh..
Maafkan aku karena telah salah jatuh cinta tuk kesekian kalinya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepi

Sudah Berapa Tahun Berlalu?

Aku Ingin Kembali..