Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Mimpi Lama :)

Selamat Malam~ Oke, karena aku lagi males bikin puisi aku kepengen sharing nih alias curhat.. hehe.. Mari kita berbicara tentang mimpi, atau impian~ Pasti kalian semua punya mimpi dong yah.. Pastilah.. Sebenarnya aku juga baru-baru ini aja berpikir mengenai mimpi atau impian atau mungkin sejenis cita-citalah.. Itu semua berawal saat ada kakak senior yang kece banget (bercanda ding) yang tiba-tiba tanya pendapatku tentang mimpi besarnya. Perasaan aku saat itu "WAW" banget deh.. Secara gitu, yang nanyain itu bukan senior biasa tapi senior yang luar biasa. Kenapa luar biasa? Karena dia memang orang yang luar biasa selain itu dia masuk daftar nama yang bisa di jadikan panutan. Sayangnya kakak itu sibuk banget, jadi susah juga buat bisa beneran temenan sama dia. Susah banget malah, kayak ada dinding pembatas gitu.. Tapi dia baik kok, dia beberapa kali sharing tentang cara belajar dan lain-lain.. Setelah itu the end.. Susah cari topik untuk ngobrol kalo sama kakak itu, mungki...

Te Amo

Wajah yang teduh... Senyum yang khas... Hati yang sehangat mentari... Membuat mataku tak bisa jauh dari bayanganmu... Aku berlarian mengejar pancaran auramu... Menunggu saat tepat untuk menyapamu... Namun waktu itu tak kunjung datang... Dia bersembunyi, menghalangiku untuk mengenalmu.. Tiba-tiba tersenyum.. Lalu tiba-tiba meneteskan air mata... Berlari-lari dan mencari bayangmu... Menepikan rasa lelah yang menggerogoti... Hati membuncah... Rasa sesak menyergap... Menggapai asa yang tak kunjung menghampiri... Menyisakan benih-benih yang layu... Aku dan hatiku... Menantimu di penghujung jalan yang tak pernah kau lewati... Bertanya-tanya dalam keheningan... Berharap rasa ini bukan hal yang salah... Ketika mentari memancarkan sinar terindahnya... Bunga Akasia bermekaran dan menari riang... Saat itu aku berbisik pelan pada bayanganmu yang menjauh, "Te Amo" ... Akankah kau mendengarnya?

Perjalananku

Berlarian... Derap langkah menggema di jalan yang panjang... Mencari tujuan, mengejar mimpi.. Menemukan kepastian hidup... Tawa, tangis dan teriakan... Semua terdengar jelas di jalan panjang ini.. Kekecewaan dan rasa putus asa perlahan menggerogoti... Memakan jiwa-jiwa yang mulai lelah.. Aku masih terdiam di tempatku berdiri... Menatap kosong ke arah mereka... Mencoba mencari, mencoba memahami... Dimanakah  arah tujuanku berada.. Semilir angin perlahan membangunkan ku.. Menampar ku dengan sinar menyilaukan yang di pantul kan matahari.. Sinar-sinar menyilaukan dari mereka yang telah mendahului ku.. Mereka yang berlari lebih cepat dibandingkan aku... Harapan tak bertepi... Mimpi yang menjulang tinggi.. Memberi secercah semangat untukku... Semangat untuk berlari dan berlari sebisa yang ku mampu... Air mata perlahan menjadi mata air di sepanjang perjalanan ku... Masa lalu menjadi penopang untukku agar terus maju... Lelah ku menjadi asa yang harus ku bayar... ...

Aku Ingin Kembali

Bau tanah perlahan menyesap ke dalam rongga dadaku... Butiran-butiran air mulai membentur setiap benda yang ada di bumi... Berlarian di tiup angin... Memecah sunyi di setiap sudut keheningan... Teriakan bocah-bocah perlahan ikut menghiasi... Sebuah senyum terukir indah di wajah mereka... Mengembang sempurna penuh makna.. Penuh kebahagiaan dan kehangatan... Aku lupa... Detik-detik saat aku seperti mereka... Mengayunkan tangan, meraih hujan... Menari, bernyanyi membagi kebahagiaan bersama hujan... Aku iri... Senyum mereka begitu tulus dan indah.. Jiwa- jiwa mereka begitu bebas.. Bagaikan seekor burung kecil yang dapat menjelajahi dunia... Derai angin perlahan menamparku... Badai hujan menghempas tubuhku... Membawaku jauh ke sudut hati tanpa penghuni... Di tempat yang gelap dan dingin... Aku rindu... Rindu saat aku tak sendiri di ruang yang kosong ini... Rindu saat canda dan tawa menerangi di setiap sudut ruang... Rindu saat tak ada yang membiarkanku menangis s...

Kenangan

Kenangan... Kenangan indah... Kenangan menyedihkan.. Semua terangkum dalam puing-puing bangunan masa lalu... Saat matahari mulai tersenyum... Di situlah kisah ini terukir lembut dalam media transparan... Mengalun indah bagai melodi dari surga... Di iringi senyum dan tawa dari sang pemeran... Dunia hangat itu membuatku terbuai... Membuatku ingin selalu berada dalam pelukannya... Bersama keceriaan dan canda tawa... Bersama sahabat-sahabat terbaik... Namun tanpa sadar matahari mulai memudarkan senyumnya... Lembaran transparan itu mulai menipis... Dan meninggalkan jejak-jejak tak tercatat... Jejak-jejak yang harus di tinggalkan... Sebuah perpisahan pun tiba... Dunia itu kini berlinangan air mata... Keceriaan dan canda tawanya mulai menghilang... Pergi menjauh bersama masa depan... Dan hanya meninggalkan serpihan kenangan... Kenangan yang perlahan akan memudar... Lalu menghilang di makan waktu...

Puisi Tak Berirama

Aku terdiam dalam sepiku... Tanpa teman, tanpa lawan... Tanpa tangis, tanpa tawa... Tanpa hati dan tanpa jiwa.. Kehampaan menghempaskan tubuhku jauh... Jauh ke dasar sunyi... Jauh ke dasar kesendirian... Jauh ke dasar relung jiwaku.. Untaian kata-kata indah ku kini tak tercipta lagi... Bait-bait puisi tanpa rasa... Bait-bait puisi tanpa hati... Dan bait-bait puisi tanpa aturan... Aku ingin menangis... Namun tak setetespun air mata yang sudi mengiringiku... Aku ingin meneriakkan isi hatiku... Namun mulutku tak sanggup lagi untuk mengucap... Aku bagaikan orang bisu... Si bisu yang ingin mengungkapkan isi hatinya... Si bisu yang ingin meneriakkan kegelisahannya.. Namun tak ada yang mendengar.. Puisi ini untaian kata dariku... Untaian kata yang tak bernada dan berirama... Namun inilah hatiku... Hati yang tak lagi memancarkan sinarnya.. Tolong dengarkanlah...

Hidup itu....

Kadang aku berpikir... Kenapa hidup ku tak pernah berjalan mulus? Apakah aku salah dalam menjalani hidupku atau apa? Hmm... Tapi aku yakin semuanya pun pernah mengalami pasang surutnya hidup.. Hidup itu suatu yang tak bisa di kendalikan.. Dapat berubah jika Ia menginginkannya, bisa pula tetap seperti semulanya... Hidup itu penuh rintangan, yang terkadang membuat kita mengeluh.. Tapi aku yakin jika hidup tanpa rintangan pasti tidak akan se seru ini... Banyak bagian hidup yang membuat kita tak menentu... Kadang sedih, senang, kecewa, putus asa dan masih banyak lagi... Tapi itulah yang memberi warna pada hidup kita... Cinta pun adalah bagian dari hidup.. Dapat mencintai seseorang adalah anugrah istimewa... Tapi terkadang kita di bingungkan olehnya... Sulit untuk memilih jalan yang benar-benar cocok untuk kita.. Di setiap pilihan pasti ada baiknya ada pula resikonya... Terkadang aku bingung dengan semua ini... Apa yang harus aku lakukan dengan keadaan ku sekarang?? Dengan sisa berkas cahay...

Puisi Cinta

Deraian angin membelai lembut... Laksana angin dari surga menyapaku... Terasa sejuk dan menenangkan... Memberikan rasa yang belum pernah ada... Kehadirannya... Memberikan cahaya tersendiri untukku... Membuat hidupku jauh lebih berwarna... Apakah ini anugrah ataukah sebuah cobaan untukku... Cinta... Inikah yang di sebut cinta? Jantung mulai menggema... Saat dia hadir di dekat ku... Tapi, pantaskah aku merasakannya... Sementara diriku masih lemah iman... Mampukah aku menahan diri? Dari perasaan yang senantiasa menjerumuskan ku... Aku hanya manusia biasa... Yang memiliki hati dan nafsu... Rasa yang menggebu ini sungguh tak bisa ku sangkal... Menahannya pun membuat hatiku kian tersiksa... Inilah Puisi Cintaku... Untaian kata berarti dalam jiwaku... Sebuah perasaan yang tumbuh dalam dada... Untuk seorang yang berarti...

Saat Cinta Memanggil

Saat cinta memanggil... Debaran debaran hati mulai menderu... Menyiksa juga membahagiakan... namun tetap ada air mata... Saat cinta memanggil... godaan godaan terus memaksa... Memikirkannya dan memimpikannya... Tak bisa ku hindari... Pencemar hati... Bukankah cinta hanya untuk ALLAH? Tapi apa rasa ini...? Aku belum pantas merasakannya... Dosakah aku..? Andai bisa ku menyangkalnya.. Aku tak akan tersakiti... Saat rasa ini tak memihak padaku... Allah apa rencanamu untukku..? Berikan sedikit petunjuk MU... Aku butuh Engkau... Di saat rasa yang menyakitkan ini muncul... Aku hanya remaja biasa... Yang terkadang ingin merasakan hal baru... Aku tak mengerti hidup ini... Penuh duka dan air mata...

Indahnya Lantunan Al - Qur'an

Saat tubuh tebujur kaku tak berdaya... Saat tak ada lagi suara yang terdengar dalam kalbu... Saat semuanya menjadi gelap... Sepi, senyap dan dingin... Sendiri, tak ada satu pun orang di sini... Tubuhku serasa diselimuti rasa takut yang amat dahsyat... Dunia apakah ini...? Keringat dingin bercucuran menahan takut... Aku berteriak sekeras mungkin... Namun tak ada yang menjawab... Bahkan suaraku pun hilang di telan kegelapan... Apakah aku sudah meninggal ya Allah..? Aku berlari, berlari dan berlari... Aku mencoba mencari jalan keluar... Namun semua sia... Tak ada apa pun di sini kecuali kegelapan yang menyelimuti... Ibu, tolong aku... Ayah, selamatkan aku... Aku takut berada di sini... Jeritku dalam rasa takut... Semakin lama tubuhku semakin terasa sakit... Sakit, sakit bukan main... Rasanya bagaikan dunia akan kiamat detik ini juga... Aku tersungkur ke bawah, dan tak mampu lagi untuk berdiri... Perlahan ku dengar lantunan suara dari sudut ruang ini... Lant...

Suara Hatiku Untuk-Mu

Aku terduduk dalam keheningan.. Mencoba mengerti siapa diriku.. Dan untuk apa aku dilahirkan... Hening, sepi dan tenang.. Ku pejamkan mataku berharap menemukan sesuatu.. Aku mencari, mencari dan mencari.. Tak ada satu pun yang aku temukan di dalam kegelapan... Dimana, dimana aku dapat menemukan-Mu ya Allah.. Air mata yang tertahan perlahan menetes di pipiku... Terbayang semua dosa yang ku perbuat.. Satu, dua, tiga dan lebih..   Inikah diriku? Manusia yang sangat hina.. Hanya mengingat-Nya saat membutuhkan-Nya saja.. Lalu pergi meninggalkan-Nya lagi.. Sungguh aku malu.. Akankah semua ini berubah? Apakah aku bisa berubah? Ya Allah, maafkan aku.. Ampuni aku.. Dan jangan benci padaku.. Sungguh aku tak berdaya tanpa diri-Mu... Bantu aku untuk berubah.. Bantu aku untuk setiap saat menyebut nama-Mu.. Berjalan di jalan yang lurus.. Dalam agama Islam-Mu yang suci...

Terima Kasih...

Waktu berlalu begitu saja... Seperti air yang jatuh dari langit... Ia bisa saja menyejukkan... Namun juga bisa sangat menyakitkan... Selalu seperti ini... Kenangan indah yang berlalu... Aku tak pernah menyadarinya... Dan akan menyesalinya pada akhirnya... Di sini akhirnya semua akan berakhir... Kita telah tiba di persimpangan jalan yang panjang... Namun aku masih takut untuk menyadarinya... Aku takut harus berjalan sendiri tanpa kalian... Keresahan membuatku takut... Takut untuk melangkah pergi... Meninggalkan jejak kenangan yang aku sia-siakan... Pergi bersama masa lalu... Air mata menyertai kegundahanku.. Menyertaiku dalam kemelut rasa takut... Berpisah dengan kalian sangat membuatku kacau... Membuatku tak henti meneteskan air mata... Terima kasih... Terima kasih karena telah datang dalam hidupku... Terima kasih karena tak pernah meninggalkanku... Terima kasih untuk semua kenangan ini.. Terima kasih telah menjadi teman berhargaku..

Tatapan Menggelikan

Langit pagi bergetar.... Menangkap sinyal-sinyal emosi... Menangkap gelombang amarah... Dari orang-orang putus asa... Benteng yang ku buat seperti akan runtuh... Melebur menjadi tanah... Menjadikannya rata dengan sampah... Rata dengan kotoran-kotoran manusia... Kau, tatapan menjijikkan apa itu... Memandang rendah, seakan kau adalah raja alam semesta... Menggelikan.... Sampai alam semestapun ikut tertawa... Kau, yang di tinggikan sedikit di atasku... Apakah menyombong adalah tugasmu? Apakah hanya itu yang bisa kau lakukan? Membuat semua orang tau kepandaianmu... Aku mungkin memiliki penyakit hati... Kau tahu, hatiku kotor... Tapi aku tak suka tatapan menggelikan darimu... Membuat ku seolah-olah rata dengan sampah...

Nii-chan

Kesan untukmu... Seseorang yang dulunya sangat ku benci... Memikirkannya membuatku tak sampai pada masa sekarang... Terheran-heran kenapa bisa berakhir seperti ini... Kamu yang sangat keras kepala... Seseorang yang ku sebut Musuh... Sampai akhirnya menjadi Nii-chan ku... Kakak kedua bagiku... Hei, hidup itu ajaibkan? Bisa merubah segalanya yang tak kita duga... Kau yang dulu dan sekarang... Aku yang dulu dan aku yang sekarang... Nii-chan... Kau yang sangat kasar dan galak... Namun memiliki sisi yang sangat lembut... Apa kau sadar itu? Nii-chan... Terima kasih karena selalu ada... Terima kasih telah menjadi lebih baik.. Terima kasih Nii-chan jelek... Setelah perpisahan nanti... Hiduplah dengan baik.. 

Mr. K

Kamu adalah Mr. K... Seseorang yang berharga... Seseorang yang terkadang menguatkanku... Seseorang yang sangat lama aku sukai... Kamu adalah Mr. K... Bintang terang dari segala bintang... Awan putih dari ribuan awan... Dan lelaki impian dari ribuan lelaki... Mungkin aku salah soal itu... Mungkin juga benar... Siapa yang tau, aku hanya bisa memperkirakan... Menebak dari segala kemungkinan yang ada... Kamu harus pergi... Bukan, akulah yang harus melupakanmu... Karena aku yang memulai... Karena akulah yang menyukaimu... Kamu adalah Mr. K... Seseorang dari masa sekarang.. Dan akan menjadi masa lalu... Yang harus aku tinggalkan...

Sedikit Mengenang & Rasa

Ehem ehem... Halloo... Kemarin sama hari ini aku baru aja dapat pengumuman SMPTN undangan dan PPKB yang hasilnya nihil.. Hufth.. Kalau di bilang kecewa sih pasti, ada sedikit bumbu cemburu sih tapi cuma sedikit loh over all aku seneng banget ngeliat temen-temen yang udah di terima.. "Selamat ya Guys!! Perjuangan kalian masih panjang, ayo siapkan dari sekarang biar nantinya akan lebih mudah.. Aku bersyukur kalian termasuk orang yang di terima!! :DDD" Oke, sedikit flashback sebelum aku ngasih tau keputusan akhirku.. Sebenernya hal ini pernah terjadi 3 tahun yang lalu saat mau masuk SMA, tapi terjadinya bukan sama aku tapi sahabatku tersayang yang tidak bisa ku sebutkan namanya karena belum dapat izin.. Jadi waktu itu aku udah di terima di SMANTI sedangkan sahabatku ini kurang beruntung.. Dia nggak di terima di sekolah yang dia inginkan. Dia sempat nangis juga pas pengumuman, tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa waktu itu selain ngasih suport buat dia. Setelah pengumu...

Diary Galaukuuu~

                                                                                                                    Sabtu, 03 November 2012 Oke ini benar waktu menjelang pemilihan jurusan. Gw bingung bin pusing. Gw capek mondar-mandir kesana-kesini-kesono tapi gak ada hasil yang gw dapat. Pendirian gw mulai pudar. Keyakinan gw mulai hilang. Mental gw di sini udah kayak di aduk-aduk sama orang lain. Oke, mungkin ini m...

Mereka

Mereka ada, tapi tak ada... Mereka nyata, tapi tak nyata... Mereka bilang dekat, tapi sangat jauh... Mereka bilang selalu ada, tapi tak pernah ada... Mereka, mereka, mereka... Mereka bilang sahabatku, tapi bukan... Mereka bilang kita satu, tapi selalu ada celah... Mereka ingin bilang, hanya ingin bilang... Aku terdiam, mereka tertawa... Mereka menangis, aku menangis... Aku menangis, mereka pergi... Mereka ingin mengungkapkan, hanya ingin mengungkapkan... Mereka, mereka, mereka... Mereka indah, tapi terlalu jauh... Mereka bersinar, tapi terlalu menyilaukan... Mereka  sahabatku tapi tak pernah ada saat ku butuh... Mereka, katakan mereka bukan siapa-siapa... Mereka bukan sahabatku, bukan temanku... Mereka sekedar orang yang ku kenal... Yah, orang yang ku kenal...

Sendiri

Sendiri... Aku tahu aku sendiri... Sepi... Tak ada teman bicara... Sunyi... Tak ada suara menyapa... Sendiri... Semua pergi menjauh... Membelakangiku dan pergi... Tak ada selamat tinggal, tak ada senyuman... Semuanya pergi begitu saja tanpa kata... Mendekat-mendekat lalu pergi... Dengan diam semua pergi... Pergi menjauh, pergi mencari tempat baru... Sendiri... Aku sendiri di sini... Tanpa teman, tanpa kalian... Tanpa senyum, tanpa tawa... Hanya dapat menatap kosong punggung-punggung kalian... Jauh - semakin jauh dan menghilang... Meninggalkanku sendiri, di  sini...

Bising

Bising... Mulut-mulut busuk mulai berbicara.. Berbicara yang tidak penting.. Mengumbar kata-kata kemunafikan... Bising... Mulut-mulut busuk mulai berdesis.. Berdesis mencari mangsa.. Mecari mangsa baru yang siap di terkam.. Bising.. Mulut-mulut busuk mulai berbuat onar.. Membuat keramaian.. Dengan mantra-mantra kotornya... Bumparabumbumpasss... Berbicaralah.. Teruslah berbicara sampai mulutmu berbusa... Berbicaralah.. Berbicaralah sampai mulutmu tak dapat berbicara... Bising.. *Puisi Kontemporer

Kau yang Sangat Aku Benci...

Aku termenung memandangimu... Kau yang kini telah jauh dariku... Kau yang dulu selalu ada di dekatku.. Kau yang sangat aku benci... Entah sejak kapan aku mulai membutuhkanmu.. Entah sejak kapan aku menanti setiap kehadiranmu... Yang aku tahu, kini kau telah jauh... Yang aku tahu, kini kau tak lagi ada di dekatku.. Membuatku semakin merasa sendiri... Membuatku semakin membencimu... Meski aku sangat membutuhkanmu... Meski aku tak ingin kehilanganmu... Aku termenung memandangimu... Mencari jawaban yang tak pernah terungkap... Mencari kehangatan yang tak pernah ada... Dan mencari dirimu yang sangat aku benci....