Te Amo

Wajah yang teduh...
Senyum yang khas...
Hati yang sehangat mentari...
Membuat mataku tak bisa jauh dari bayanganmu...

Aku berlarian mengejar pancaran auramu...
Menunggu saat tepat untuk menyapamu...
Namun waktu itu tak kunjung datang...
Dia bersembunyi, menghalangiku untuk mengenalmu..

Tiba-tiba tersenyum..
Lalu tiba-tiba meneteskan air mata...
Berlari-lari dan mencari bayangmu...
Menepikan rasa lelah yang menggerogoti...

Hati membuncah...
Rasa sesak menyergap...
Menggapai asa yang tak kunjung menghampiri...
Menyisakan benih-benih yang layu...

Aku dan hatiku...
Menantimu di penghujung jalan yang tak pernah kau lewati...
Bertanya-tanya dalam keheningan...
Berharap rasa ini bukan hal yang salah...

Ketika mentari memancarkan sinar terindahnya...
Bunga Akasia bermekaran dan menari riang...
Saat itu aku berbisik pelan pada bayanganmu yang menjauh, "Te Amo"...
Akankah kau mendengarnya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepi

Sudah Berapa Tahun Berlalu?

Aku Ingin Kembali..