Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Rasa yang Tak Seharusnya Ada

Ada rasa yang tak seharusnya ada.. Begitu katanya.. Dia berbicara pada hatinya.. Memohon agar tidak salah paham terhadap rasa.. Kamu terlalu mudah salah paham.. Jangan ambil hadiah yang menyulitkanmu.. Termasuk rasa yang tiba-tiba hadir.. Dengan pagar berduri sebagai pembatas.. Dia memang sempurna dimatamu.. Tapi perbedaan jelas terlihat.. Dan aku tahu, hati dan matamu tidak buta.. Kamu hanya memenuhi hasratmu.. Jatuh cintalah sewajarnya.. Jangan memulai sesuatu yang tak dapat kau akhiri.. Termasuk menumbuhkan rasa yang tak seharusnya ada.. .

Orang Ketiga

Aku adalah orang ketiga.. Yang tanpa sadar jatuh cinta pada sosokmu.. Jatuh cinta dengan caramu mencintai.. Jatuh cinta pada tatapan hangatmu padanya.. Aku adalah orang ketiga.. Yang terus menjaga jarak aman agar dapat menatapmu.. Menjadi peran pembantu yang selalu ada tepat di belakangmu.. Menjaga hatimu tanpa harus memilikinya.. Aku adalah aku.. Yang selalu mengulurkan tangan tanpa harus menyentuhmu.. Berbalik arah saat cintamu begitu kuat padanya.. Lalu hadir kembali saat dia mulai melukaimu.. Aku hanyalah orang ketiga.. Yang sangat tahu betapa kau mencintai dia.. Yang tak ingin kebahagiaanmu rusak meski kadang terasa perih.. Yang hanya dapat mencintaimu dalam diam.. Aku adalah orang ketiga.. Yang tak akan pernah rela jika hatimu disakiti.. Yang akan sangat terluka saat kau terluka.. Yang hanya akan diam di tempatku untuk menjagamu.. Aku.. Orang Ketiga.. Yang hidup dari senyuman dan tatapan hangatmu untuknya..

Sang Pujangga

Pujangga tak pernah berhenti merasa.. Kesedihan adalah santapan sehari-harinya.. Mungkin butuh sedikit bahagia sebagai bumbu penyedap.. Agar dapat dinikmati bersama sunyi.. Pujangga punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa.. Diam-diam dan penuh teka-teki.. Membiarkan sang tersangka menerka-nerka.. Untuk menjawab pertanyaan yang tak kunjung usai.. Terkadang ia bersembunyi dari rasa sakit.. Kadang juga ia melarikan diri dari kenyataan.. Mencoba memasang tabir.. Agar ungkapan rasanya tersampaikan dengan cara yang tak wajar.. Dunianya tak mudah di gapai.. Ia bisa sangat mencintai.. Namun tak terbiasa untuk jujur.. Memasang dinding baja sebagai pelindung.. Agar rasa sakit dan kekecewaan tak mudah bertamu..

Biarkanlah Aku Jatuh Cinta

Untuk kesekian kali hati ini menyimpan rasa dalam kesunyian.. Memendam lalu merasakan... Getaran yang awalnya meresahkan karena luka yang tersisa.. Menjelma menjadi butiran-butiran embun di pagi hari yang menyejukkan... Aku tak ingin memikirkannya.. Hal rumit yang membuatku merasa takut untuk merasa.. Aku hanya ingin merasakan kebahagiaannya.. Merasakan kembali sensasi jatuh cinta... Dilihat bagaimana pun selalu ada yang menarik dari dirimu.. Seperti baja yang tidak dapat menahan daya tarik magnet.. Seperti itulah aku terhadapmu.. Meskipun magnet tak pernah tahu apa yang sedang dia tarik.. Aku tidak dapat memasuki duniamu, bagaimana pun aku mencoba.. Aku tak mengerti bagaimana memaknai tiap ucapan dan tindakanmu.. Terlalu abu-abu.. Atau mungkin aku yang memaknainya terlalu dalam... Tatapanmu berbeda.. Senyummu memancarkan hal yang berbeda... Diammu membuat mataku tak dapat beralih pada hal lain.. Hanya ingin menatapmu lekat, memastikan apakah aku juga mengganggu ...

Lautan

Siapa yang tak jatuh cinta pada senja? Meski sesaat.. Kehadirannya mampu mencuri perhatian siapa pun.. Bagai pelangi di langit yang biru... Senja.. Kehadirannya membawa duka dan bahagia.. Seperti garis panjang yang ia bentangkan.. Menyiratkan pertemuan dan perpisahan pada waktu yang sama.. Aku tak ingin cinta seperti senja.. Indah, tapi sesaat.. Hangat, namun cepat berlalu.. Merona merah, lalu berubah menjadi sepekat malam.. Hai.. Sang Pencari Senja... Kau terlalu sibuk menunggu... Menunggu, menunggu, dan menunggu... Tanpa menyadari aku selalu ada tepat di depan matamu.. Ya aku.. Yang berpapasan dengan senja yang kau cintai.. Yang setia menemanimu menunggu dia yang kau dambakan hadir.. Lalu terlupakan begitu saja.. Aku.. Yang akan menyatu dengan langit malam yang kau tinggalkan.. Lalu menunggumu untuk hadir kembali untuk menanti senja.. Ya, aku.. Sang lautan luas, yang bahkan tak memiliki ruang dalam hatimu...

-F.I-

Mawar beracun.. Sepertinya cinta masih bermain-main di atas asa.. Kadang terasa, kadang mati rasa.. Kisah tak terarah ini kembali menemukan ujungnya.. Berprasangka.. Yang ku kira baik-baik saja, tak pernah berakhir baik.. Yang terlihat baik-baik saja, malah memendam pilu.. Keputusasaan semakin merekah di sepanjang jalan... Cahaya yang ku kira milikku.. Ternyata hanya ilusi yang kau simpan untuk yang lain.. Akhir indah yang kau gambarkan.. Sama halnya dengan fatamorgana di padang gersang.. Aku hanya berangan-angan sendiri.. Jatuh cinta sendiri.. Lalu membuahkan luka... Saat harapan tak sejalan dengan realita.. Semua hilang dalam sekejap.. Canda tawa, senda gurau, obrolan tak jelas.. Menghilang bagai dihempas badai.. Bersama dirimu yang ikut menghilang.. Aku hanya dapat membisu mendengar kabar bahagiamu dari orang lain.. Seakan aku tak pernah ada dalam hidupmu.. Begitulah kau meninggalkan semuanya.. Tanpa aba-aba dan tanpa kabar.. Menghilang, seakan...

Senja di Pagi Hari

Aku menyukai hujan... Tapi aku selalu kehilanganmu saat hujan datang... Aku menyukai malam... Tapi saat hujan tak turun aku yang akan menghilang, karena malam lebih suka bersama bintang.. Jatuh cinta padamu itu sangat mudah... Semudah bumi jatuh cinta pada langit.. Semudah angin yang bertiup dan menggugurkan daun.. Semudah es yang mencair dikala terik matahari... Tapi kadang terasa tak mudah.. Kamu membuatku banyak bertanya tentang dirimu.. Dirimu yang seperti langit.. Misterius dan tidak dapat ditebak... Perasaan cemburu dan resah mulai datang.. Menggelisahkan... Membuat malam menjadi kelabu... Membuatku terus memikirkan bagaimana perasaanmu sebenarnya.. Kata-katamu mampu mengubah hariku.. Menjadikannya secerah mentari pagi.. Lalu esoknya kau akan diam... Mengembalikannya menjadi badai di siang hari... Aku tak mengerti... Entah hatiku yang terlalu lemah, atau kau  yang sedang mempermainkan rasa.. Kekhawatiran yang terpancar dari wajahmu, keingintahuanmu ...

Akhir dan Awal yang Baru

Banyak hal yang terjadi dalam 365 hari.. Dan aku kembali gagal dalam menemukan eksistensi diriku..  2019 bukanlah tahun yang mudah.. Banyak hal mengejutkan yang terjadi di tahun ini.. Meski kadang masih ada hal membahagiakan tapi tahun ini benar-benar membuatku belajar tentang banyak hal.. Kehilangan, kehilangan, kehilangan, ditinggalkan.. Aku benar-benar tak pandai menjaga apa yang aku miliki.. Terlalu sayang tapi tak dapat menjaga..  Tak banyak yang tertinggal.. Teman dan sahabat.. Mungkin aku masih menjadi pribadi yang menyebalkan sehingga mereka lebih memilih untuk pergi dan menjadi biasa.. Sekarang aku terlalu takut untuk mengakui seseorang sebagai sahabatku.. Takut hanya perasaan sepihak..  Sejak dulu aku selalu menaruh perasaan begitu dalam, sehingga sering kali menuai kecewa.. Aku pikir aku sudah pandai mengatasinya tapi pada kenyataannya hingga saat ini masih banyak kekecewaan yang tertinggal.. Gagal lagi kan.. Tahun ini ada beberapa hal men...