Sudah Berapa Tahun Berlalu?
Sudah berapa tahun berlalu?
Aku tak tau waktu berjalan secepat ini.. Sebenarnya bukan masalah waktu, ini masalah aku.. Ya, 'AKU'..
Apa yang berubah? Aku pengamat yang baik.. Aku benar-benar tau perubahan dari orang-orang disekitarku.. Tapi hanya itu yang bisa aku pahami dari diriku..
Temanku, dia tumbuh sangat pesat dan menjadi lebih baik.. Aku senang dia sudah bisa menguasai kehidupannya.. Kaka tingkat yang aku kagumi semakin tumbuh menjadi seseorang yang sangat sulit dijangkau.. Kau tau saat kau tumbuh menjadi luar biasa, orang yang dulunya biasa bagimu menjadi bukan apa-apa.. Mungkin karena gap yang terlalu jauh..
Sudah berapa lama berlalu?
Aku masih belum bisa menemukan diriku.. Aku bukan anak yang berbakti, berprestasi pun tidak.. Aku hidup seperti air mengalir mengikuti arus.. Aku tak tau pasti apa yang ingin kulakukan, apa kelebihanku, apa yang bisa kulakukan.. Kadang terus memikirkannya membuatku sangat lelah..
Apa hidup begitu indah di luar sana?
Aku membayangkan banyak hal dalam kotak sempit ini.. Bukan mimpi, karena aku bahkan tak tau mimpi itu apa.. Hanya saja aku merasa kehidupan mereka di luar sana sangat menyenangkan.. Mereka punya segalanya.. Ah maksudku bukan hal yang megah.. Segalanya yang ku maksud adalah teman sejati.. Kata temanku dulu, akulah yang tak membuka hati untuk mempersilahkan orang lain masuk dalam hidupku.. Aku banyak berpikir mengenai itu, tapi aku tetap tak memahaminya.. Aku membuka hati untuk banyak orang, hanya saja temanku selalu memiliki teman yang lebih berharga... Jika kau tak paham maksudku abaikan saja.. :)
Apa kau mengenali dirimu sendiri?
Aku tak tau pasti, tapi sepertinya aku mengetahui tentang diriku lebih banyak belakangan ini.. Aku punya kelebihan dan tentu saja kekurangan.. Kelebihanku yang baru kusadari, aku suka jadi tempat bersandar.. Kau tau, mendengarkan orang lain bercerita dan mencoba memahami kondisinya.. Aku mungkin tak banyak memberikan masukan tapi menurutku manusia lebih banyak membutuhkan telinga untuk mendengarkannya dari pada mulut yang terus-terus bercuap.. Kelebihanku kadang membuatku sedih.. Kenapa? Karena disana aku berperan seperti pelabuhan, dimana kapal-kapal berhenti untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanannya..
Banyak orang bijak di dunia ini, banyak yang ambisius, banyak yang sedang giat mengejar apa yang mereka impikan, banyak pula yang telah menggenggam apa yang mereka inginkan..
Saat bercermin aku seperti menatap jiwa kosong.. Begitu banyak pertanyaan yang tak dapat ku jawab.. Apa yang kau suka? Kau ingin menjadi apa? Apa yang sedang kau perjuangkan sekarang? Apakah kau suka? Apakah sudah sesuai dengan keinginanmu? Apa kau bahagia??
Pertanyaan-pertanyaan yang rasanya bisa membuat kepalaku pecah..
Bagaimana aku hidup??
Aku selalu mejalani apa yang ada di hadapanku.. Terus berjalan.. Kadang bolak balik tanpa arahan, bingung apa lagi yang harus dikerjakan.. Aku melihat banyak orang yang begitu bersinar.. Aku ingin seperti mereka, sangat berkilau.. Mereka bahagia, bekerja sangat keras, namun masih dapat tersenyum karena itu adalah hal yang mereka sukai.. Bagaimana? Bagaimana caranya? Aku bahkan tak punya teman untuk membicarakan hal semacam ini.. Saat bicara pun mereka hanya akan berbicara dari sudut pandang mereka tanpa mau memahami lawan bicara.. Itu melelahkan..
Kadang aku berpikir sampai kapan harus aku yang selalu memahami.. Pemikiran orang egois dan sombong...
Apa mungkin aku butuh dokter?
Sudah berapa tahun berlalu?
Aku merasa tak ada perubahan yang berarti dalam diriku.. Masih saja suka bermimpi menjadi tokoh utama dalam sebuah kisah indah.. Seperti jiwa yang terperangkap dalam ruang hampa...
Aku tak tau waktu berjalan secepat ini.. Sebenarnya bukan masalah waktu, ini masalah aku.. Ya, 'AKU'..
Apa yang berubah? Aku pengamat yang baik.. Aku benar-benar tau perubahan dari orang-orang disekitarku.. Tapi hanya itu yang bisa aku pahami dari diriku..
Temanku, dia tumbuh sangat pesat dan menjadi lebih baik.. Aku senang dia sudah bisa menguasai kehidupannya.. Kaka tingkat yang aku kagumi semakin tumbuh menjadi seseorang yang sangat sulit dijangkau.. Kau tau saat kau tumbuh menjadi luar biasa, orang yang dulunya biasa bagimu menjadi bukan apa-apa.. Mungkin karena gap yang terlalu jauh..
Sudah berapa lama berlalu?
Aku masih belum bisa menemukan diriku.. Aku bukan anak yang berbakti, berprestasi pun tidak.. Aku hidup seperti air mengalir mengikuti arus.. Aku tak tau pasti apa yang ingin kulakukan, apa kelebihanku, apa yang bisa kulakukan.. Kadang terus memikirkannya membuatku sangat lelah..
Apa hidup begitu indah di luar sana?
Aku membayangkan banyak hal dalam kotak sempit ini.. Bukan mimpi, karena aku bahkan tak tau mimpi itu apa.. Hanya saja aku merasa kehidupan mereka di luar sana sangat menyenangkan.. Mereka punya segalanya.. Ah maksudku bukan hal yang megah.. Segalanya yang ku maksud adalah teman sejati.. Kata temanku dulu, akulah yang tak membuka hati untuk mempersilahkan orang lain masuk dalam hidupku.. Aku banyak berpikir mengenai itu, tapi aku tetap tak memahaminya.. Aku membuka hati untuk banyak orang, hanya saja temanku selalu memiliki teman yang lebih berharga... Jika kau tak paham maksudku abaikan saja.. :)
Apa kau mengenali dirimu sendiri?
Aku tak tau pasti, tapi sepertinya aku mengetahui tentang diriku lebih banyak belakangan ini.. Aku punya kelebihan dan tentu saja kekurangan.. Kelebihanku yang baru kusadari, aku suka jadi tempat bersandar.. Kau tau, mendengarkan orang lain bercerita dan mencoba memahami kondisinya.. Aku mungkin tak banyak memberikan masukan tapi menurutku manusia lebih banyak membutuhkan telinga untuk mendengarkannya dari pada mulut yang terus-terus bercuap.. Kelebihanku kadang membuatku sedih.. Kenapa? Karena disana aku berperan seperti pelabuhan, dimana kapal-kapal berhenti untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanannya..
Banyak orang bijak di dunia ini, banyak yang ambisius, banyak yang sedang giat mengejar apa yang mereka impikan, banyak pula yang telah menggenggam apa yang mereka inginkan..
Saat bercermin aku seperti menatap jiwa kosong.. Begitu banyak pertanyaan yang tak dapat ku jawab.. Apa yang kau suka? Kau ingin menjadi apa? Apa yang sedang kau perjuangkan sekarang? Apakah kau suka? Apakah sudah sesuai dengan keinginanmu? Apa kau bahagia??
Pertanyaan-pertanyaan yang rasanya bisa membuat kepalaku pecah..
Bagaimana aku hidup??
Aku selalu mejalani apa yang ada di hadapanku.. Terus berjalan.. Kadang bolak balik tanpa arahan, bingung apa lagi yang harus dikerjakan.. Aku melihat banyak orang yang begitu bersinar.. Aku ingin seperti mereka, sangat berkilau.. Mereka bahagia, bekerja sangat keras, namun masih dapat tersenyum karena itu adalah hal yang mereka sukai.. Bagaimana? Bagaimana caranya? Aku bahkan tak punya teman untuk membicarakan hal semacam ini.. Saat bicara pun mereka hanya akan berbicara dari sudut pandang mereka tanpa mau memahami lawan bicara.. Itu melelahkan..
Kadang aku berpikir sampai kapan harus aku yang selalu memahami.. Pemikiran orang egois dan sombong...
Apa mungkin aku butuh dokter?
Sudah berapa tahun berlalu?
Aku merasa tak ada perubahan yang berarti dalam diriku.. Masih saja suka bermimpi menjadi tokoh utama dalam sebuah kisah indah.. Seperti jiwa yang terperangkap dalam ruang hampa...
Komentar
Posting Komentar