Sang Rasa
Air mataku menetes, memandang betapa kelamnya langit malam ini.. Aku tersentak saat harus mendapatkan rasa yang sama.. Rasa yang senantiasa menyiksaku, rasa yang terus mendesakku untuk tak berpaling darinya.. Hal ini sangat menyulitkan, aku tak bisa melangkah sedikitpun dari tempatku.. Saat ingin maju, aku melihat dua sahabatku memandanginya dari sisi lain.. Saat ingin mundur, hatiku tak mau mendengar..
Mengalah, haruskah seperti itu lagi.? Merelakan, menjauh dan menyiksa diri sendiri.. Tersenyum, memuji mereka sementara aku menangis di balik semuanya.. Haruskah aku semunafik itu..?
Hei kawan, apa yang akan kalian lakukan jika mengetahui semua hal ini? Apakah kalian akan memuji atas kebaikanku? Atau kalian akan memakiku karena aku menyukai orang yang kalian sukai? Jika kalian tau mungkin perasaan kalian sama sepertiku saat ini.. Hanya ada rasa perih yang semakin menyiksa batinmu..
Aku tak ingin menjadi orang jahat.. Sungguh aku ingin kalian bahagia.. Tapi aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dengan diriku sendiri.. Aku benar-benar tidak tau...
Mengalah, haruskah seperti itu lagi.? Merelakan, menjauh dan menyiksa diri sendiri.. Tersenyum, memuji mereka sementara aku menangis di balik semuanya.. Haruskah aku semunafik itu..?
Hei kawan, apa yang akan kalian lakukan jika mengetahui semua hal ini? Apakah kalian akan memuji atas kebaikanku? Atau kalian akan memakiku karena aku menyukai orang yang kalian sukai? Jika kalian tau mungkin perasaan kalian sama sepertiku saat ini.. Hanya ada rasa perih yang semakin menyiksa batinmu..
Aku tak ingin menjadi orang jahat.. Sungguh aku ingin kalian bahagia.. Tapi aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dengan diriku sendiri.. Aku benar-benar tidak tau...
Komentar
Posting Komentar