Postingan

Ilusi

Aku tak terlalu yakin.. Perasaan ini sama halnya dengan permainan kora-kora.. Naik-turun, membuat pusing.. Tidak berhenti sampai mencapai titik tengah.. Mungkin karena aku sudah terlalu lama berada dalam ruang kosong.. Perhatian baru membuatku sangat terbuai.. Seperti lilin kecil dalam kegelapan.. Kehadiranmu menciptakan secercah harapan dalam hidupku.. Seperti hal nya ilusi, aku yakin ini hanyalah perasaan sesaat.. Tak lama, tak akan lama.. Akan ku pastikan begitu.. Jika tidak, aku akan terluka lagi karena ulahku sendiri.. Sama.. Padahal perhatianmu sama.. Terkadang aku yang berharap lebih.. Karena aku suka dan rindu dibutuhkan.. Hingga aku berharap kau semakin merasa bergantung padaku.. Salah.. Aku tahu aku salah paham.. Salah mengartikan semua perhatian yang diberikan.. Karena pada kenyataannya aku hanyalah tempat singgah, bukan pelabuhan akhirmu.. Cepatlah bahagia.. Hingga perasaanku akan hancur dan membuatku menyerah.. Menerima kenyataan.. Bahwa semua perasaan ...

Hanya Rindu

Jarum jam masih berputar sesuai alurnya.. Berdenting sesuai irama.. Memenuhi kesunyian malam.. Dengan kenangan yang berlalu-lalang.. Aku memandang jauh ke dasar jiwa.. Membuka kembali memori-memori lama yang tertimbun.. Meraba-raba setiap jejak kebahagiaan.. Yang ditinggalkan oleh orang-orang yang pernah berkunjung.. Bermain bersama kenangan... Perasaan yang bercampur, menepis setiap sepi yang mengundang.. Setiap jejak menumbuhkan jutaan rasa rindu sepihak.. Karena dalam kenangan hanya ada aku..

Rasa yang Tak Seharusnya Ada

Ada rasa yang tak seharusnya ada.. Begitu katanya.. Dia berbicara pada hatinya.. Memohon agar tidak salah paham terhadap rasa.. Kamu terlalu mudah salah paham.. Jangan ambil hadiah yang menyulitkanmu.. Termasuk rasa yang tiba-tiba hadir.. Dengan pagar berduri sebagai pembatas.. Dia memang sempurna dimatamu.. Tapi perbedaan jelas terlihat.. Dan aku tahu, hati dan matamu tidak buta.. Kamu hanya memenuhi hasratmu.. Jatuh cintalah sewajarnya.. Jangan memulai sesuatu yang tak dapat kau akhiri.. Termasuk menumbuhkan rasa yang tak seharusnya ada.. .

Orang Ketiga

Aku adalah orang ketiga.. Yang tanpa sadar jatuh cinta pada sosokmu.. Jatuh cinta dengan caramu mencintai.. Jatuh cinta pada tatapan hangatmu padanya.. Aku adalah orang ketiga.. Yang terus menjaga jarak aman agar dapat menatapmu.. Menjadi peran pembantu yang selalu ada tepat di belakangmu.. Menjaga hatimu tanpa harus memilikinya.. Aku adalah aku.. Yang selalu mengulurkan tangan tanpa harus menyentuhmu.. Berbalik arah saat cintamu begitu kuat padanya.. Lalu hadir kembali saat dia mulai melukaimu.. Aku hanyalah orang ketiga.. Yang sangat tahu betapa kau mencintai dia.. Yang tak ingin kebahagiaanmu rusak meski kadang terasa perih.. Yang hanya dapat mencintaimu dalam diam.. Aku adalah orang ketiga.. Yang tak akan pernah rela jika hatimu disakiti.. Yang akan sangat terluka saat kau terluka.. Yang hanya akan diam di tempatku untuk menjagamu.. Aku.. Orang Ketiga.. Yang hidup dari senyuman dan tatapan hangatmu untuknya..

Sang Pujangga

Pujangga tak pernah berhenti merasa.. Kesedihan adalah santapan sehari-harinya.. Mungkin butuh sedikit bahagia sebagai bumbu penyedap.. Agar dapat dinikmati bersama sunyi.. Pujangga punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa.. Diam-diam dan penuh teka-teki.. Membiarkan sang tersangka menerka-nerka.. Untuk menjawab pertanyaan yang tak kunjung usai.. Terkadang ia bersembunyi dari rasa sakit.. Kadang juga ia melarikan diri dari kenyataan.. Mencoba memasang tabir.. Agar ungkapan rasanya tersampaikan dengan cara yang tak wajar.. Dunianya tak mudah di gapai.. Ia bisa sangat mencintai.. Namun tak terbiasa untuk jujur.. Memasang dinding baja sebagai pelindung.. Agar rasa sakit dan kekecewaan tak mudah bertamu..

Biarkanlah Aku Jatuh Cinta

Untuk kesekian kali hati ini menyimpan rasa dalam kesunyian.. Memendam lalu merasakan... Getaran yang awalnya meresahkan karena luka yang tersisa.. Menjelma menjadi butiran-butiran embun di pagi hari yang menyejukkan... Aku tak ingin memikirkannya.. Hal rumit yang membuatku merasa takut untuk merasa.. Aku hanya ingin merasakan kebahagiaannya.. Merasakan kembali sensasi jatuh cinta... Dilihat bagaimana pun selalu ada yang menarik dari dirimu.. Seperti baja yang tidak dapat menahan daya tarik magnet.. Seperti itulah aku terhadapmu.. Meskipun magnet tak pernah tahu apa yang sedang dia tarik.. Aku tidak dapat memasuki duniamu, bagaimana pun aku mencoba.. Aku tak mengerti bagaimana memaknai tiap ucapan dan tindakanmu.. Terlalu abu-abu.. Atau mungkin aku yang memaknainya terlalu dalam... Tatapanmu berbeda.. Senyummu memancarkan hal yang berbeda... Diammu membuat mataku tak dapat beralih pada hal lain.. Hanya ingin menatapmu lekat, memastikan apakah aku juga mengganggu ...

Lautan

Siapa yang tak jatuh cinta pada senja? Meski sesaat.. Kehadirannya mampu mencuri perhatian siapa pun.. Bagai pelangi di langit yang biru... Senja.. Kehadirannya membawa duka dan bahagia.. Seperti garis panjang yang ia bentangkan.. Menyiratkan pertemuan dan perpisahan pada waktu yang sama.. Aku tak ingin cinta seperti senja.. Indah, tapi sesaat.. Hangat, namun cepat berlalu.. Merona merah, lalu berubah menjadi sepekat malam.. Hai.. Sang Pencari Senja... Kau terlalu sibuk menunggu... Menunggu, menunggu, dan menunggu... Tanpa menyadari aku selalu ada tepat di depan matamu.. Ya aku.. Yang berpapasan dengan senja yang kau cintai.. Yang setia menemanimu menunggu dia yang kau dambakan hadir.. Lalu terlupakan begitu saja.. Aku.. Yang akan menyatu dengan langit malam yang kau tinggalkan.. Lalu menunggumu untuk hadir kembali untuk menanti senja.. Ya, aku.. Sang lautan luas, yang bahkan tak memiliki ruang dalam hatimu...