Kotak Pandora
Kotak itu
adalah jelmaan dari dirimu. Sisi dari dirimu yang bahkan dirimu sendiri tak
ingin mengetahuinya. Ya, jiwa kotor setiap manusia. Mungkin hanya manusia bodoh
yang ingin mendekati dan membuka kotak itu, menyelami dan pada akhirnya di
kendalikan olehnya.
Mungkin aku adalah
salah satu dari manusia bodoh itu. Entah sejak kapan aku telah meninggalkan
kehidupan normalku. Kehidupan yang penuh cahaya kebahagiaan, dunia yang ramai
akan canda tawa dan orang-orang yang menyayangiku.
Masa itu
berlalu, dan aku tak tahu sejak kapan duniaku menjadi abu-abu. Aku seperti
orang berkacamata yang kehilangan kacamatanya. Buram, suram, tidak jelas, aku
hanya dapat mendengar teriakan-teriakan yang memekakkan telinga. Tubuhku
mengering, semangatku layu, jalanku tertutup seakan tak ada masa depan bagiku.
Kotak itu mengubahku,
mengendalikanku, menjadikan ku orang yang bahkan diriku sendiri tak
mengenalinya. Aku ingin berteriak meminta tolong, aku ingin berteriak untuk
mengeluarkanku dari kotak ini tapi tak ada yang bisa aku lakukan. Kotak ini
memasangkan topeng yang kuat pada wajahku, membangun dinding yang tinggi di
hadapanku dan membiarkanku hidup dalam kesendirian.
Masalahku
bukan lagi masalah orang lain. Tubuh ini memaksaku untuk menyimpan dan
menyelesaikan semuanya sendiri sampai rasanya aku bisa gila karenanya. Aku
membuat semua orang menjaga jarak denganku. Aku tidak membiarkan mereka masuk
selangkah pun dalam hidupku.
Aku gila,
mungkin aku sudah gila. Aku tak ingat apa yang membawaku sampai seperti ini.
Rasanya aku ingin menggali masa lalu dan kembali ke jalan yang benar. Tapi
semakin aku menggali semakin banyak luka yang aku temukan. Kekecewaan,
kekesalan, pengkhianatan, kesedihan semuanya muncul ke permukaan seperti air
yang mendidih.
Ah, aku ingat.
Aku tidak membuka kotak pandora ini, akulah yang menciptakannya. Dinding yang
tinggi yang selalu aku salahkan, topeng yang selalu aku jadikan alasan dan
kesendirian yang tercipta semua itu berasal dari diriku. Aku menciptakan
semuanya untuk melarikan diri dan untuk melindungi diri.
Kotak pandora
yang aku sebut-sebut itu merupakan kumpulan luka dan air mata yang tak sanggup
aku sembuhkan. Aku menciptakan sisi lain dari diriku untuk bertahan hidup dan
melindungi diriku dari luka yang mungkin akan membunuhku secara perlahan. Yang
pada akhirnya memerangkapku di dalamnya.
Komentar
Posting Komentar