Luka

Luka...
Luka yang membawaku ke sini..
Luka yang memberiku keajaiban..
Tapi sebagai gantinya dia membawa pergi separuh kebahagiaanku...

Lelah..
Bagaimana memulai yang baru jika ia terus ada..
Bagai disiramkan oleh air garam..
Luka itu merekah tiap kebahagiaan menghampiri..

Aku takut.. Hanya takut...
Seolah hanya ada aku dan dia..
Luka tak membiarkanku pergi..
Dia mengurungku dalam dimensi tak berpenghuni..

Yaa.. Dialah luka yang hanya menyerang diri sendiri..
Dia memasang dinding yang sangat tinggi..
Yang seolah menusuk jantungku saat cinta datang berkunjung..
Menjerumuskanku ke dalam rasa takut yang mendalam..

Sesak..
Air mata yang tertahan selalu menyesakkan..
Ntah apa yang dikatakan orang..
Mereka hanya berpikir bahwa aku tak ingin memulai awal baru..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepi

Sudah Berapa Tahun Berlalu?

Aku Ingin Kembali..