Wahai Diriku
Ada rasa yang diam-diam berharap pada asa..
Rasa yang ia ciptakan sendiri..
Rasa yang awalnya hanya sebuah permainan semata..
Menjadi malapetaka bagi hatinya yang sejak awal sudah rapuh..
Jejak langkah yang ia tinggalkan perlahan terhapus oleh hujan..
Ia tak pernah tahu..
Sepertinya tak akan pernah tahu..
Sejak awal hatinya telah terpaut pada harapan-harapan yang ia ciptakan sendiri..
Dia lupa tentang asalnya..
Dia lupa tentang siapa dirinya sebelumnya..
Seseorang yang miskin cinta..
Seseorang yang bahkan tak memiliki ruang untuk berbagi cerita..
Saat seseorang datang, ia menjadi sombong..
Merasa bahwa kini ia memiliki cinta dan ruang untuk berbagi..
Meski hanya satu..
Meski hanya sebuah sapaan hangat..
Wahai diriku..
Wahai hatiku yang rapuh..
Jangan merindu, kau tak pantas mendapatkan balasan rindu..
Itu hanya akan memberatkan sang penerima rindu..
Hanya akan membuatnya merasa kasihan padamu..
Rasa yang ia ciptakan sendiri..
Rasa yang awalnya hanya sebuah permainan semata..
Menjadi malapetaka bagi hatinya yang sejak awal sudah rapuh..
Jejak langkah yang ia tinggalkan perlahan terhapus oleh hujan..
Ia tak pernah tahu..
Sepertinya tak akan pernah tahu..
Sejak awal hatinya telah terpaut pada harapan-harapan yang ia ciptakan sendiri..
Dia lupa tentang asalnya..
Dia lupa tentang siapa dirinya sebelumnya..
Seseorang yang miskin cinta..
Seseorang yang bahkan tak memiliki ruang untuk berbagi cerita..
Saat seseorang datang, ia menjadi sombong..
Merasa bahwa kini ia memiliki cinta dan ruang untuk berbagi..
Meski hanya satu..
Meski hanya sebuah sapaan hangat..
Wahai diriku..
Wahai hatiku yang rapuh..
Jangan merindu, kau tak pantas mendapatkan balasan rindu..
Itu hanya akan memberatkan sang penerima rindu..
Hanya akan membuatnya merasa kasihan padamu..
Komentar
Posting Komentar